Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Diusulkan Pembentukan Kementerian Keluarga

Jumat 13 Jun 2014 08:47 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nidia Zuraya

Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Ilustrasi

Sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Ilustrasi

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Ahmad Mubarok mengatakan kerja Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seyogyanya menjadi lebih strategis, sebab peran keluarga lebih besar dibandingkan sekolah. Secara vertikal, Ahmad menilai perlunya pembentukan kementerian urusan keluarga.

"BKKBN sebaiknya mempunyai wilayah kerja lebih luas, khususnya jaringan kerja sama dengan lembaga pendidikan. Kementerian urusan keluarga pun sangat diperlukan," ujar Ahmad kepada ROL di Surabaya, Kamis (12/6) malam.

Di Indonesia, kata Guru Besar Psikologi Islam Universitas Islam Nasional ini, konsep keluarga itu masih berdasarkan tradisi. Ada keluarga Jawa, Sunda, Minang, dan sebagainya. Seharusnya ada konsep keluarga nasional. "Meski budaya di Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika, namun perlu ada keluarga nasionalnya," ujar Ahmad.

Dalam kaitannya dengan peran lembaga pendidikan, Ahmad mencontohkan Dubai memiliki perguruan tinggi yang memiliki Faculty of Family Science. Lulusannya bekerja disemua departemen yang ada urusannya dengan keluarga. Ahmad menilai Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA