Ekonom: Jokowi-JK Lebih Menjanjikan Dibandingkan Prabowo-Hatta
Kamis , 12 Jun 2014, 13:51 WIB
Agung Supriyanto/Republika
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Jusuf Kalla (kanan) beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Hatta Rajasa (kiri) serta Ketua KPU, Husni Kamil Manik (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar ekonomi Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih menjanjikan untuk melakukan reformasi ekonomi dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Jokowi-JK tidak mempunyai beban melakukan reformasi ekonomi karena membangun koalisi ramping tanpa bagi-bagi kursi. Prabowo-Hatta mempunyai banyak beban dengan koalisi gemuk sarat dengan masalah," kata Wijayanto Samirin saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/6).

Wijayanto mengatakan keputusan Jokowi-JK untuk membangun koalisi ramping dan tanpa bagi-bagi kursi merupakan pilihan yang bagus. Apalagi kedua tokoh juga dikenal tegas dan berorientasi pada aksi.

Sementara itu, koalisi gemuk yang dibangun Prabowo-Hatta diperkirakan akan sarat dengan masalah Sebab beberapa figur seperti Hatta sendiri, Aburizal Bakrie, dan elite lainnya terkesan memiliki masalah hukum. "Jokowi-JK mungkin akan bisa menyelesaikan banyak masalah. Sedangkan Prabowo-Hatta bisa tersandera dengan berbagai kasus yang menimpa timnya seperti Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," tuturnya.

Wijayanto mengatakan yang diperlukan publik saat ini adalah pemimpin yang memiliki kemampuan eksekusi. Karena itu, hal itu bisa menjadi rumit bila pemimpin memiliki tim yang diisi orang-orang bermasalah dan memiliki kepentingan tertentu. "Dalam konteks ini, Jokowi-JK lebih aman karena tim mereka terlihat lebih berkualitas dan bukan titipan partai politik," ujarnya.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar