Prabowo-Hatta Mulai Benahi Strategi Pemenangan
Jumat , 06 Jun 2014, 17:18 WIB
Istimewa
Deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta di Bengkulu

REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Nurul Arifin, mengemukakan pihaknya akan mulai mengatur dan membenahi strategi untuk bisa memenangkan Pilpres 9 Juli 2014.

"Dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, ini akan menjadi gambaran untuk membenahi strategi sehingga mampu memenangkan Pilpres 2014," katanya saat ditemui di sela-sela blusukan mendampingi Hatta Rajasa di Pasar Seni Kuta, Bali, Jumat.

Pihaknya belum memahami indikator yang digunakan oleh LSI tersebut. Namun, Nurul Arifin yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu tidak menganggap survei sebagai pesanan dari lawan politiknya.

"Kami akan pelajari hasilnya dan mulai mengatur strategi benahi di titik-titik yang lemah," ujarnya.

Sebelumnya, hasil survei LSI menyebutkan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla mengungguli sementara elektabilitasnya di lima provinsi strategis dibanding pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang unggul di dua provinsi strategis.

Peneliti LSI Rully Akbar kepada pers di Jakarta, Rabu, mengatakan, jika Pilpres dilaksanakan pada hari ini, maka pasangan Jokowi-JK unggul sementara di 5 wilayah provinsi strategis, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta unggul di dua wilayah provinsi strategis yaitu Banten dan DKI Jakarta.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar