Jika Terpilih, JK Akan Wajibkan Menteri Pakai Sepatu Cibaduyut
Kamis , 29 Mei 2014, 18:38 WIB
Agung Supriyanto/Republika
Masa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) membagikan bendera dan stiker bergambar Jokowi saat aksi dukung Jokowi-Jusuf Kalla di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jusuf Kalla (JK) menyatakan sepatu lokal Cibaduyut, Bandung, Jabar memiliki kualitas lebih bagus ketimbang produk impor. Sehingga harus ditingkatkan penjualan produknya di dalam dan luar negeri.

"Kita ingin menggerakan untuk orang mencintai produk dalam negeri," katanya saat mengunjungi toko sepatu JK Collection di Cibaduyut, Bandung, Kamis (29/5).

Ia menuturkan, produk sepatu dalam negeri itu nyaman, ringan, enak dipakai, dengan model yang klasik. Harganya pun lebih murah ketimbang produk impor.

Jika terpilih kembali memimpin Indonesia, ia berjanji akan mewajibkan seluruh menteri untuk menggunakan sepatu dalam negeri yang diproduksi di Cibaduyut.

"Akan kami wajibkan lagi. Ini baguskan, apa masalahnya enak dan ringan gini," kata JK.

Ia berharap, para pejabat pemerintahan yang memakai produk dalam negeri akan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap karya bangsa sendiri.

Upaya menumbuhkan cinta produk dalam negeri itu, menurut JK, harus dimulai dari unsur pemimpin di Indonesia. "Ini harus bisa dimulai dari pemimpinnya dulu," kata mantan wapres 2004-2009 itu.

Menurutnya, bukti pemerintah mampu meningkatkan produk dalam negeri adalah batik. Sejak diterapkan wajib memakai pakai, tingkat penjualan batik di Indonesia meningkat.

"Dulu 2005 pejabat dirjen pakai jas, sekarang ada nggak yang pakai jas? Semua pakai batik, industri batik luar biasa," katanya.

Sementara itu kedatangan JK bersama istri dan rombongannya ke Cibaduyut sengaja untuk belanja sepatu. Bahkan membelikan sepatu kain bermotif kotak-kotak untuk Joko Widodo (Jokowi).

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar