Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sarajevo, Sepotong Yerusalem di Eropa (1)

Selasa 27 May 2014 17:36 WIB

Rep: c64/ Red: Damanhuri Zuhri

Suasana di Kota Sarajevo, Bosnia

Suasana di Kota Sarajevo, Bosnia

Foto: guardian

REPUBLIKA.CO.ID,

Pengaruh peradaban Islam pernah membawa Sarajevo sebagai salah satu kota terbesar dan terkemuka di Eropa.

Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina, adalah kota cantik yang memiliki sejarah panjang. Kota berjuluk Yerusalem-nya Eropa ini juga sarat dengan keragaman budaya, pemandangan alam yang memukau, hingga kekayaan kuliner yang istimewa.

Yerusalem-nya Eropa? Ya, begitulah julukan indah yang sejak lama melekat pada kota ini. Disebut demikian karena adanya kerukunan etnis, budaya, dan agama di Sarajevo. Kerukunan itu setidaknya tergambar dari gema azan yang bersahutan dengan suara lonceng gereja.  

Azan memang bukan sesuatu yang asing bagi Sarajevo. Sebab, kota ini memiliki nuansa keislaman yang kental. Tak hanya bentuk-bentuk bangunan yang mencerminkan adanya sentuhan peradaban Islam.

Perkembangan ekonomi dan perdagangan di Sarajevo pun tak lepas dari kegemilangan peradaban Islam pada masa lalu, khususnya di masa keemasan Kesultanan Turki Utsmani.

Sejarah mencatat, Kesultanan Turki Utsmani mendirikan Sarajevo pada 1450. Gubernur Isa-Beg Isakociv ditunjuk untuk memimpin kota ini.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai bangunan penting didirikan, mulai dari masjid, pasar, pemandian umum, jembatan, asrama, dan istana gubenur Sarajevo yang disebut Saray.

Masjid yang terkenal pada masa itu adalah Masjid Carova. Masjid Carova yang disebut juga Masjid Tsar atau Masjid Imperial ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Sultan Turki Utsmani, Muhammad II.

Sarajevo menjelma menjadi kota besar yang cantik dan berbudaya setelah Gubernur Isakociv melakukan beragam langkah perbaikan. Dalam sebuah laporan disebutkan, kala itu banyak warga Nasrani yang beralih keyakinan menjadi Muslim.

Hal itu terlihat dari nama keluarga sejumlah warga Sarajevo yang bernuansa Kristen. Misalnya, ada seorang warga bernama Mehmed Ivan.

Pada 1521-1541, pemerintahan di Sarajevo berganti. Isakociv digantikan Gubernur Gazi Husrev Beg. Ia adalah sosok yang paling berpengaruh dan terkenal di Bosnia-Herzegovina.

Ia dikenal pula sebagai pemimpin yang bijaksana dan berkontribusi besar bagi terbentuknya Sarajevo seperti saat ini.

Di bawah kepemimpinannya, setiap sudut Sarajevo tak ada yang luput dari perhatiannya. Tak heran pertumbuhan Sarajevo melesat cepat.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA