Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Waduh.... Seorang Senator Australia Selundupkan Bom Rakitan ke Parlemen

Senin 26 May 2014 14:09 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Senator Bill Heffernan dari Partai Liberal Australia menyelundupkan bom palsu yang dirakitnya sendiri ke gedung parlemen di Canberra, Senin (26/5). Ia bermaksud menguji tingkat keamanan gedung wakil rakyat, dan terbukti bom rakitan itu berhasil lolos dari pemeriksaan petugas.

Menurut Senator Heffernan, pengaturan keamanan baru yang kini diterapkan di gedung parlemen hanya lelucon. Pasalnya, sistem keamanan itu tidak bisa menjamin keamanan para wakil rakyat.

Di bawah sistem baru, diatur bahwa para pemilik kartu tanda masuk dan barang-barangnya tidak perlu melewati mesin pemeriksaan saat masuk ke gedung parlemen. Dalam aturan sebelumnya disebutkan, setiap orang harus melewati pemeriksaan keamanan sebelum diperbolehkan masuk ke gedung tersebut.

Senator Heffernan mengatakan, kini gedung itu tidak lagi aman. "Untuk membuktikan hal itu, tadi pagi saya membawa, ya saya berhasil melewati petugas keamanan padahal saya membawa bom pipa," katanya di depan sidang Senat sembari menunjukkan bom palsu tersebut.

Komisioner Kepolisian Federal Australia Tony Negus yang hadir dalam sidang Senat menyatakan, "Benar, ini adalah risiko".

Komisioner Negus mengatakan, pihaknya terus melakukan konsultasi dengan petugas keamanan di gedung parlemen.

Menurut komite senat, perubahan aturan pengamanan ini dimaksudkan untuk melakukan penghematan anggaran.

Ikuti Kompetisi Belajar Bahasa Inggris di Australia gratis - Klik tautan berikut: https://apps.facebook.com/australiaplus

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA