Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Pameran Produksi Indonesia 2014

Ribuan Pengunjung Kunjungi PPI 2014 di Bandung

Ahad 25 Mei 2014 20:20 WIB

Red: Zaky Al Hamzah

Pengunjung melihat produk-produk karya produsen lokal di Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2014, di Bandung, Sabtu (24/5).

Pengunjung melihat produk-produk karya produsen lokal di Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2014, di Bandung, Sabtu (24/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ribuan pengunjung terus mendatangi Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2014 di Harris Conventions Festifal Citylink, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/5). Selain dari Kota/Kabupaten Bandung, para pengunjung berasal dari berbagai daerah. Mereka yang datang, tidak hanya dari kota Bandung, melainkan kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Lampung, dan Bali. Bahkan, ada yang berasal dari negara Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang.

"Antusiasme pengunjung tersebut berkat informasi yang disebarluaskan melalui media massa dan media sosial, dimana mereka memang sedang berburu barang-barang berkualitas dari Indonesia," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Hartono, ditemui di lokasi pameran, akhir pekan ini.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 130 peserta dengan menampilkan berbagai produk unggulan, diantaranya adalah mobil buatan dalam negeri, furnitur, alat kesehatan dan alat industri pertahanan, elektronika dan peralatan rumah tangga, alat musik dan olahraga, herbal dan kosmetik, makanan dan minuman, batik dan tenun, serta perhiasan dan kerajinan.

Pada hari pertama, Kamis (22/5) mencapai 2.692 orang, hari kedua Jum’at (23/5) sebanyak 2.997 orang. Diyakini, pengunjung pada hari ketiga, Sabtu (24/5) akan memadati pameran yang dibuka untuk umum pukul 10.00 – 21.00 WIB, karena hari ini merupakan akhir pekan (malam minggu).

Jumlah transaksi pada hari kedua mencapai Rp. 182.580.000. Namun, kata Hartono, kegiatan PPI ini tidak mentargetkan besarnya nilai transaksi atau omzet penjualaan, karena tujuan utamanya adalah mengedukasi masyarakat agar bangga menggunakan produk dalam negeri. "Sekaligus unjuk kemampuan industri dalam negeri sebagai upaya membangun terwujudnya kemandirian industri nasional," jelasnya. n ed: zaky al hamzah

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA