Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Vitamin, Atau Harus Multivitamin?

Rabu 14 May 2014 14:24 WIB

Red: Indira Rezkisari

Aneka vitamin dan suplemen

Aneka vitamin dan suplemen

Foto: global.fncstatic.com

REPUBLIKA.CO.ID, Untuk melaksanakan berbagai aktivitas manusia membutuhkan gizi dan vitamin yang cukup. Kalau kedua zat tersebut kurang, tubuh akan mereaksinya dengan memperlihatkan gejala sakit atau keluhan lainnya. Untuk itulah diperlukan asupan tambahan multivitamin.

Menurut ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Nuri Andarwulan, vitamin tak hanya dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat pengatur, dan membantu kerja makromolekul yang punya fungsi biologis, tapi juga diperlukan oleh hormon dan enzim untuk fungsi transpor.

''Enzim-enzim yang bergerak dan menghasilkan energi juga membutuh vitamin untuk pembentukan conenzim dan cofactor,'' katanya.

Nuri meneruskan, pada dasarnya vitamin ada dalam bahan pangan. Daging, misalnya, mengandung vitamin B1. Buah-buahan dan sayur mengandung vitamin C. Biji-bijian banyak mengandung provitamin A dan E. Sedangkan susu banyak mengandung vitamin D. Jadi, secara alami dalam bahan pangan sudah terdapat berbagai jenis vitamin.

Namun multivitamin tetap diperlukan karena konsumsi pangan yang kurang. ''Kalau kita masak dengan cara dipanasi, maka akan merusak nilai gizi dan vitamin yang ada di dalamnya. Sebab, banyak yang tidak tahan panas. Karena itu, konsumsi multivitamin tetap diperlukan,'' paparnya.

Apalagi, orang-orang perkotaan yang sering, atau senang mengonsumsi makanan instan atau cepat saji sering kali tidak memperhatikan aspek 4 sehat 5 sempurna.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA