Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Arkeolog Bosnia Kagumi Situs Gunung Padang

Rabu 14 Mei 2014 07:07 WIB

Rep: Stevy Maradona/ Red: Hazliansyah

Situs megalitikum di lereng Gunung Padang

Situs megalitikum di lereng Gunung Padang

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Arkeolog asal Bosnia Herzegovina, Semir Sam Osmanagich terpukau oleh situs Gunung Padang. Situs berbentuk punden berundak era kebudayaan megalitikum itu, kata dia, memiliki nilai ilmu pengetahuan yang sangat tinggi.

Selain itu, situs juga memperlihatkan potensi wisata yang besar. Karena itu Sam mendukung agar penelitian berbagai instansi di Gunung Padang terus dilanjutkan.

"Saya sangat kagum dengan situs ini. Keberadaan situs ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan dalam dan luar negeri," kata Sam saat mengunjungi Gunung Padang, Selasa (13/5) siang.

Ia ditemani geolog asal Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman, yang sebelumnya juga meneliti di situs Gunung Padang.

Sam membandingkan struktur bangunan situs Gunung Padang dengan penemuannya di Kota Visoko, Bosnia Herzegovina.

Dia mengklaim, kedua situs memiliki kemiripan. Di Visoko ada  beberapa bukit yang menurut hasil penelitian Sam, direkayasa oleh manusia sehingga berbentuk seperti piramida. Begitu juga di Gunung Padang.

Struktur piramida itu, ia jelaskan, adalah umumnya memiliki dasar persegi dan memiliki puncak yang mengerucut.

Selain itu, tubuh piramida bisa merupakan bukit alam yang kemudian oleh manusia dikerjakan dan dibentuk sedemikian rupa. Dalam penemuan Sam, situs piramida di Visoko memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang luas serta tanda-tanda bebatuan yang dimodifikasi manusia.

Sam akan berbicara dalam diskusi peradaban piramida pada Rabu (14/5) pagi pukul 09.00 WIB di aula Bank Mandiri. Ia akan membawakan presentasi mengenai fenomena kebudayaan piramida di seluruh dunia.

Bahwa piramida bukan cuma ditemukan di Mesir atau Amerika Selatan, tapi juga di Cina, Prancis, Bosnia, Sudan, Pulau Canary, Kamboja, dan negara-negara lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA