Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Bangun Kandang Singa, Pohon Raksasa Ini Terpaksa Dipindah

Senin 12 Mei 2014 18:22 WIB

Red:

abc news

abc news

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Seperti pohon pada umumnya, pohon ara raksasa ini sudah menjalani hidupnya selama setengah abad di dekat kandang singa di Kebun Binatang Melbourne. Menyusul adanya perluasan kandang hewan pemangsa termasuk singa, poisisi pohon itu pun terpaksa harus digeser sepanjang 50 dari tempatnya semula. 

Dengan tinggi 15 meter dan akar yang melebar sepanjang 7 meter, tidak terbayang mengapa pohon ini harus dipindahkan. Rencana pembangunan dan perluasan kawasan predator di Kebun Binatang Melbourne ini memakan biaya sebesar $5 juta atau sekitar Rp 50 miliar.

Penggeseran pohon ini tidak menggunakan traktor, melainka sebuah metode baru dengan mendongkrak dari bawah memakai kantung tiup berbentuk sosis dan kemudian ditarik oleh alat berat.

Proses yang menarik ini akan berlangsung lama dan pihak Bonbin Melbourne sangat berhati-hati karena sedikit angin dan kesalahan kalkulasi sekecil apapun dikhawatirkan bisa menumbangkan pohoin seberat 120 ton ini

Richard Rowe, Manajer Operasi Kebun Binatang, mengatakan proses pemindahan pohon ini sangat komplek tetapi sangat senilai dengan hasil akhir yang mereka harapkan.

"Kawasan baru ini diperuntukkan bagi singa, anjing lair, buaya Filipina dan pusat studi baru bagi para pengunjung. Kawasan ini nantinya memungkinkan kita untuk menampung para binatang sesuai harapan masyarakat dan menjamin kesejahteraan hewan yang lebih baik," ujarnya, baru-baru ini.

Kawasan pemangsa di Kebun Binatang Melbourne akan dibuka untuk umum pada bulan Desember 2014.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA