Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Orang Tua Khawatirkan Keamanan Odong-Odong

Jumat 09 May 2014 22:24 WIB

Rep: c84/ Red: Fernan Rahadi

Odong odong, mainan anak (ilustrasi).

Odong odong, mainan anak (ilustrasi).

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, MARGONDA -- Sejumlah warga mengaku khawatir atas keamanan mengendarai odong-odong. Namun, mereka berharap operasi odong-odong tidak dihentikan aparat.

"Anak saya biar tenang, makanya sering naik odong-odong," kata Eti (30 tahun), ibu rumah tangga di Radar Auri, Depok, Jawa Barat, Jumat (9/5).

Keberadaan odong-odong, kata Eti, memang menjadi sarana hiburan bagi anak-anak di lingkungan ini. Para ibu  memilih kendaraan ini agar balita mereka tidak bermain ke tempat yang jauh.

Memang, kecelakaan odong-odong Yang menewaskan empat balita di Bekasi menimbulkan rasa khawatir ibu-ibu. Oka (31 tahun) mengaku setiap kali anaknya naik odong-odong kerap merasa deg-degan.

Ia berharap sopir odong-odong bisa menjaga keamanan kendaraannya, tidak seperti yang terjadi Bekasi. "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," kata Oka.
 
Ibu rumah tangga lainnya, Anik (30 tahun), mengakui rasa khawatir terhadap odong-odong. Namun, karena sopirnya sudah mengenal rute yang dilalui, Anik pun merasa tenang.

Apalagi, rutenya itu tergolong tidak berbahaya. "Jadi saya sering mengajak anak saya naik odong-odong," kata Anik.

Para ibu ini menyatakan ketidaksetujuannya terkait penertiban dan pelarangan odong-odong di Depok. Mereka mempertanyakan nasib sopir-sopir odong-odong ini jika kendaraannya ditertibkan.

Kalaupun terpaksa dihapus, Anik meminta pemerintah daerah membuat sarana bermain lain buat anak-anak, seperti taman bermain. Di Depok termasuk miskin taman bermain atau lahan kosong yang bisa dijadikan arena bermain anak-anak.

Odong-odong ini beroperasi dua kali dalam satu hari. Pertama, dari pukul 08.00-12.00 WIB. Kedua, pada sore hari, mulai dari pukul 15.00-18.00 WIB. Tarif yang dikenakan satu kali perjalanan Rp 3.500 untuk dewasa dan Rp 2.500 untuk anak-anak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA