Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Pegiat Mario Masuku Ditahan

Kamis 24 Apr 2014 14:04 WIB

Red: Julkifli Marbun

Penahanan (ilustrasi)

Penahanan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MBABANE -- Polisi Swaziland menahan pemimpin partai politik terlarang dan beberapa pegiat, Rabu, dalam pengadilan para wartawan yang dituduh menerbitkan artikel kritis terhadap pemerintahan Raja Mswati III, kata seorang koresponden AFP dan juru bicara.

Petugas menahan Mario Masuku, presiden Gerakan Serikat Demokratik Rakyat (PUDEMO), saat ia meninggalkan ruang sidang, kata seorang koresponden AFP.

"Sekelompok kawan-kawan kami saat ini ditahan di tahanan polisi. Tidak ada dakwaan yang telah diberikan," kata juru bicara PUDEMO Themba Mabuza.

Sementara itu wakil pemimpin Kongres Pemuda Swaziland (SWAYOCO) Mlungisi Makhanya dan 15 orang lainnya ditahan setelah menggelar aksi protes di luar pengadilan.

Para aktivis bentrok dengan polisi ketika petugas menahan Makhanya. Kelompok itu menghalangi mobil polisi memasuki halaman pengadilan sebagai protes atas pengadilan kolumnis Thulani Maseko dan Bheki Makhubu, editor majalah The Nation.

Pasangan tersebut telah didakwa melakukan penghinaan terhadap pengadilan atas artikel kritis terhadap pelanggaran jelas yang dilakukan pemerintah dan pengadilan.

Makhubu menulis kolom mengkritik kepala hakim Michael Ramobedi , sementara Maseko mempertanyakan penahanan kendaraan inspektur pemerintah tanpa pengadilan.

Para wartawan itu ditangkap pada bulan Maret, dibebaskan dan kemudian ditahan kembali bulan ini.

Polisi telah memblokir para penggiat dari menghadiri persidangan dan menempatkan petugas berpakaian sipil.

Pengadilan Tinggi menolak sebuah aplikasi untuk memungkinkan para penggiat untuk menghadiri persidangan, menurut pengacara pasangan ini Ncamiso Manana.

Media di Swaziland beroperasi di bawah peraturan yang ketat, dan kritik pada Mswati dan pemerintahannya adalah ilegal.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA