Gerindra Jajaki Koalisi dengan Golkar
Senin , 21 Apr 2014, 18:42 WIB
Antara
Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (kanan) dan Sekjen partai Gerindra Ahmad Muzani (kiri) dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon`

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya menjajaki komunikasi dengan Golkar untuk bekerja sama dalam koalisi pemilihan presiden karena ada titik baik yang bisa dipertemukan.

"Komunikasi dengan Golkar bagus dan ada kemajuan. Kita jajaki peluang kerja sama dalam koalisi karena ada titik baik yang bisa dipertemukan," ujar Ahmad Muzani di Jakarta, Senin.

Menurut Muzani, titik baik tersebut yaitu Gerindra dan Golkar ingin Pemilu yang tidak terlampau panjang sehingga diharapkan kedua belah pihak dapat ketemu.

"Komunikasi masih cukup panjang dan kita jajaki terus. Itu baru langkah awal dan masih ada beberapa titik (kesepakatan) yang harus dilalui. Itu sudah berbicara masalah-masalah yang substantif (pokok)," kata dia.

Ia mengutarakan apabila Gerindra dapat berkoalisi dengan Golkar maka hal tersebut menjadi kekuatan luar biasa dan diperkirakan Prabowo Subianto dapat menang satu putaran dalam Pilpres mendatang.

"Kalau cuma dua pasangan kan bisa satu putaran (Pilpres). Kalau terjadi putaran kedua maka akan memakan energi dan biaya yang banyak. Dengan satu putaran dapat menghemat ongkos politik yang banyak," ujar dia.

Sebelumnya Gerindra mendapatkan dukungan dari Ketua Umum PPP Suryadharma Ali terkait pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung dalam Pilpres mendatang.

Tak hanya itu saja, Gerindra juga menjajaki koalisi dengan sejumlah partai lainnya antara lain PAN dan Demokrat.

Dalam suatu kesempatan, Gerindra menyatakan bahwa mereka ingin membangun koalisi dengan tenda besar yaitu terdiri dari beberapa partai politik berbeda dengan PDI Perjuangan yang menginginkan koalisi "kerempeng".

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar