Pengamat: Cawapres Sebaiknya Bukan Politisi
Sabtu , 12 Apr 2014, 20:30 WIB
Pemilu 2014

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat sosial budaya Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, menilai calon presiden yang berlatar belakang politisi sebaiknya mengambil calon wakil presiden bukan dari kalangan politisi. Ini demi untuk menciptakan pemerintahan yang lebih bijak.

"Saya pikir justru akan menjadi kombinasi yang pas jika Indonesia dipimpin pasangan politisi dan nonpolitisi," kata Devie di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kombinasi politisi sebagai presiden dan nonpolitisi sebagai wakilnya akan menghasilkan pemerintahan yang seimbang dan bijaksana dalam menelurkan kebijakan.

"Menjadi penting bagaimana kebijakan Pemerintah ke depan tidak semuanya bersifat politis," ucap Devi.

Keberadaan nonpolitisi sebagai wakil presiden, kata dia, diharapkan bisa memberikan pendekatan humanis dalam kebijakan Pemerintah ke depan.

Menurut dia, banyak tokoh nasional nonpolitisi yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menduduki jabatan wakil presiden. Ia mencontohkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Ma'arif.

"Masih banyak tokoh lain, yang mana mereka dalam perjalanannya benar-benar bersih dari keikutsertaan di politik praktis. Mereka orang-orang yang dalam kesehariannya benar-benar bersentuhan dengan masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran untuk penyelesaian permasalahan bangsa," tutur Devie.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar