Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

NATO Buka Kembali Wilayah Udara Kosovo Untuk Penerbangan Sipil

Ahad 06 Apr 2014 00:11 WIB

Red: Nidia Zuraya

Peta Kosovo.

Peta Kosovo.

Foto: mirror.polsri.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, PRISTINA -- NATO mengatakan Jumat (4/4) bahwa pihaknya telah membuka kembali wilayah udara atas Kosovo untuk lalu lintas sipil.

"Pembukaan kembali wilayah udara ini akan menyebabkan rute penerbangan pendek di wilayah, menghasilkan penghematan biaya yang signifikan bagi pengguna wilayah udara dan manfaat lingkungan," kata pernyataan misi penjaga perdamaian di Kosovo (KFOR) yang dipimpin NATO sebagaimana dilansir AFP.

Sejak akhir perang 1998-1999 di Kosovo, penerbangan komersial telah diizinkan untuk pergi ke dan dari bandara di ibu kota Pristina, tetapi apa yang disebut wilayah udara adalah pada ketinggian yang digunakan untuk jelajah ditutup untuk lalulintas sipil dan tetap di bawah kendali NATO.

Seringkali hal itu memaksa penerbangan komersial melintasi wilayah tersebut mengambil rute memutar sekitar Kosovo. "Pembukaan kembali wilayah udara atas di Kosovo adalah contoh signifikan kerja sama regional dan langkah yang signifikan itu menguntungkan seluruh Balkan," kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen.

Langkah itu muncul setelah Hongaria sepakat menyediakan kontrol lalu lintas udara untuk penerbangan atas Kosovo. "Estimasi itu menunjukkan bahwa sekitar 180 ribu penerbangan sipil akan setiap tahun terpengaruh," kata NATO.

"Namun, wilayah udara di Kosovo akan tetap di bawah otoritas NATO," katanya menambahkan.

Perang 1998-1999 antara gerilyawan etnik Albania dan pasukan keamanan Serbia yang berakhir setelah tinga bulan operasi udara NATO menggulingkan pasukan yang dikendalikan Beograd dari Kosovo. Kosovo memproklamasikan kemerdekaan dari Serbia pada tahun 2008 dan telah diakui oleh lebih dari 100 negara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA