PKS Masih Mungkin Bersama Penguasa
Senin , 24 Mar 2014, 17:17 WIB
Republika/Yogi Ardhi
Tamsil Linrung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung mengatakan partainya masih mungkin menjadi oposisi maupun partai penguasa.

Tamsil mengatakan partainya masih membuka berbagai kemungkinan. Pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PKS masuk dalam koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab). Ke depan, PKS bisa saja akan berkoalisi dengan partai penguasa atau pun menjadi oposisi. "Dua-duanya memungkinkan," kata dia, di Jakarta, Senin (24/3).

Tamsil Linrung meyakini partainya bisa bersaing dalam pemilihan umum (pemilu) mendatang. Ia juga cukup percaya akan kapabilitas para calon presiden dari PKS. "Hasil survei trennya naik," ujar Tamsil.

PKS sudah menyebut tiga nama kandidat capres, yaitu Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan (Aher). Tamsil menilai, ketiganya merupakan tokoh internal PKS yang mempunyai visi dan misi jelas.

Ia meyakini, ketiga orang tersebut bisa memberikan sumbangsih apabila terpilih sebagai pemimpin. "Saya yakin bisa memajukan Indonesia," kata dia.

Redaktur : Joko Sadewo
Reporter : Irfan Fitrat
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar