Sajak Prabowo: Boleh Bohong Asal Santun
Ahad , 23 Mar 2014, 13:39 WIB
Antara
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto melihat telah muncul fenomena pemimpin boleh berbohong, asal dilakukan secara santun. Prabowo pun bersajak soal pemimpin pembohong di kampanye Gerindra.

Prabowo mengaku kalau dia malah dikritik pengamat politik ketika mengingatkan betapa bahayanya kalau seorang pemimpin sudah berbohong. Karena sudah dikritik pengamat tidak boleh lagi menjelekkan lawan politik, ia akhirnya menemukan jawaban untuk mengingatkan rakyat.

Caranya adalah dengan membuat pantun khusus agar jangan sampai terjerumus dipimpin seorang yang terbukti pembohong. "Jadi saya merasa aneh dan akhirnya saya bikin sajak. Sajak saya ini, menjawab orang itu. Ada budaya politik baru, budaya politik oleh bohong. Tanya Pak Kiai, berbohong itu baik atau tidak?" kata Prabowo.

Berikut pantun karya Prabowo:
Asal Santun

Boleh bohong, asal santun
Boleh nipu, asal santun
Boleh curi, asal santun
Boleh korupsi, asal santun
Boleh ingkar janji, asal santun
Boleh jual negeri, asal santun
Boleh menyerahkan kedaulatan bangsa, asal santun

"Ini budaya yang baik atau tidak baik? Saudara mau punya pemimpin seperti itu?" ujar Prabowo. "Saya ingatkan, jangan mau dipimpin Presiden boneka. n erik purnama putra

Redaktur : Joko Sadewo
Reporter : Erik Purnama Putra
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar