Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Karena Cuaca Panas, Ratusan Penyu Tak Menetas

Senin 17 Mar 2014 20:04 WIB

Red: Agung Sasongko

Penyu Hijau

Penyu Hijau

Foto: starfish.ch

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO --  Pengelola Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan 120 butir telur penyu tidak bisa menetas karena cuaca panas.
Anggota Konservasi Penyu Abadi Pantai Trisik Jarnuji di Kulon Progo, Senin (17/3), mengatakan pihaknya telah melaporkan perihal banyaknya telur penyu yang tidak menetas itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Baru kali ini ada telur penyu tidak bisa menetas. Kami menduga, telur penyu tersebut terkena abu vulkanis Gunung Kelud, dan sinar matahari secara langsung," kata Jarnuji. Ia mengatakan telur penyu yang dikembangkan dibeli dari warga masyarakat yang menemukan telur itu. Setiap butir telur penyu dibeli dari mereka seharga Rp1.500 hingga Rp2.000 per butir.

"Pada 2006 hingga 2010 ada bantuan dari pemerintah untuk penangkaran dan biaya membeli telur penyu. Tapi mulai 2011 hingga sekarang kami tidak mendapat bantuan dari pemerintah untuk keperluan konservasi, katanya.

Menurut dia, konservasi penyu paling banyak pada 2006 yang jumlahnya mencapai 1.500 tukik (anak penyu yang baru menetas). Sedikitnya ada 17 penyu yang mendarat di kawasan Pantai Trisik. Namun, setelah itu, jumlah penyu yang mendarat semakin berkurang, dan jumlah telur turun drastis.

"Pada 2013 kami melepas 200 ekor tukik, dan pada 2014 sebanyak 50 tukik. Kami kembali mendapat telur penyu 120 butir, namun tidak bisa menetas," katanya.

Ia mengatakan penyu akan kembali mendarat pada pertengahan Mei hingga pertengan Agustus. Pada masa tiga bulan ini, penyu bertelur. Menurut dia, kendala utama dalam mengembangkan penyu yakni jamur yang menyerang tukik. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pernah memberikan obat jamur, tapi tidak mempan.

"Jamur yang menyerang tukik belum ada obatnya. Jamur biasanya menyerang mata dan mulut, akibatnya tukik tidak bisa makan, dan akhirnya mati," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA