Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Dipanggil Terkait Kasus Atut, Pengacara Teuku Nasrullah Minta Dijadwal Ulang

Kamis 13 Mar 2014 14:39 WIB

Rep: Irfan Fitrat/ Red: Bilal Ramadhan

Tengku Nasrullah

Tengku Nasrullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan advokat Teuku Nasrullah, Kamis (13/3). Teuku rencananya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyuapan pengurusan sengketa Pemilukada Kabupaten Lebak di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Diperiksa untuk tersangka RAC (Ratu Atut Chosiyah)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, di kantornya, Kamis. Teuku merupakan mantan pengacara Ratu Atut, Gubernur Provinsi Banten.

Teuku tidak dapat memenuhi panggilan penyidik. Saat dikonfirmasi, ia tengah berada di luar kota karena menghadiri acara pernikahan keponakannya. Ia mengatakan baru kembali ke Jakarta pada Senin (17/3). "Insya Allah Kamis depan saya akan memenuhi panggilan tersebut," ujar advokat yang menangani perkara eks politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh itu.

Saat ditanya perihal pemanggilannya, Teuku mengaku, belum mengetahuinya secara pasti. Ia sendiri mengkonfirmasi sudah mundur sebagai pengacara Atut. Masalah kesehatan menjadi alasan Teuku. Ia mengatakan, tensi darahnya naik.

"Oleh dokter diminta istirahat dan menghindari segala sesuatu yang dapat menimbulkan stres sampai pulih kembali," kata dia.

Pada Kamis ini, penyidik KPK tidak hanya memanggil Teuku. Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan advokat Fajar, staf Atut Siti Halimah alias IIm, Qurrotul Aini, dan Staf Keuangan PT Bali Pacific Pragama (PT BPP) Farid Asyari. Semuanya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Atut.

Dalam kasus dugaan penyuapan pengurusan sengketa Pemilukada Lebak di MK, KPK sudah menetapkan beberapa tersangka. Selain Atut, sebelumnya KPK menetapkan mantan Ketua MK Akil Mochtar sebagai tersangka. Selain itu, ada juga adik Atut Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan advokat Susi Tur Andayani. Terkait kasus ini, petugas KPK mengamankan barang bukti senilai Rp 1 miliar. Dana itu diduga akan diberikan kepada Akil.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA