Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Bripda Baharudin Jalani Operasi Pengangkatan Proyektil di RS Pertamina

Selasa 04 Mar 2014 20:06 WIB

Red: Taufik Rachman

Sejumlah anggota Brimob berada di sekitar Kedutaan Myanmar, Menteng, Jakarta, Jumat (3/5).

Sejumlah anggota Brimob berada di sekitar Kedutaan Myanmar, Menteng, Jakarta, Jumat (3/5).

Foto: Antara/Dhoni Setiawan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah yang tertembak saat terjadi kontak senjata antara polisi dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Poso, Senin (3/2) dirawat di Rumah Sakit Pusat Polri, Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Selasa, mengatakan korban yang mengalami luka tembak itu adalah Bripda Baharuddin.

Korban sempat dirawat di RS Bhayangkara, Palu namun karena lukanya serius maka dirujuk ke Jakarta untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul, katanya.

Soemarno mengatakan Rumah Sakit Bhayangkara, Palu tidak memiliki peralatan memadai untuk mengoperasi korban karena posisi peluru berdekatan dengan syaraf penting dalam tubuh.

Menurut dia, korban dibawa ke Jakarta dengan menggunakan penerbangan maskapai swasta.

Sedangkan Bharada Syamsu Alam yang mengalami luka tembak di perut saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.

"Kondisi telah membaik setelah menjalani operasi tadi malam," katanya.

Soermarno mengatakan hingga kini tidak ada korban dari pihak kelompok bersenjata dalam kontak tembak di pegunungan Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso itu.

Polisi kini terus mengejar kelompok bersenjata itu. Mereka dapat kabur dari kejaran petugas karena diyakini lebih menguasai medan.

Soemarno mengatakan kelompok itu diduga masih terkait dengan kelompok yang selama ini menyerang polisi di Poso.

Sementara itu, Kapolres Poso AKBP Susnadi mengungkapkan polisi menangkap dua orang pascakontak senjata itu.

Mereka adalah A dan R, penduduk desa setempat. Mereka tertangkap tangan membawa revolver dan 43 peluru kaliber 38.

Di lokasi penangkapan, polisi juga menemukan sebuah bom rakitan berbentuk "tupperware".

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA