PKS Tak Membantah Ada Caleg Yang Orientasi Mencari Pekerjaan
Selasa , 04 Mar 2014, 10:26 WIB
Dok.Pribadi
Anggota Komisi IX DPR RI Indra, SH

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi Caleg (Calon legislatif) dinilai tak lebih dari sekedar ajang mencari pekerjaan. Hal tersebut diindikasikan dengan masih adanya caleg yang sudah terdaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum) tetapi mengundurkan diri karena mendapat pekerjaan tetap di pemerintahan atau pegawai negeri sipil (PNS).

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Indra tak membantahnya. Ia menyebut memang ada caleg yang motivasinya hanya untuk mencari kerja dan mencari uang.

"Pendapat itu bisa benar bisa juga tidak. Tapi tidak semua, setiap orang punya orientasi," kata Indra yang saat ini juga menjadi caleg dapil Banten 3 (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) kepada Republika, Selasa (4/3).

Menurut Indra, sangat menyedihkan jika ada caleg yang orientasinya hanya mencari kerja. Karena, hal ini menjadi indikasi jika seandainya caleg seperti itu terpolih, maka tak akan menggunakan amanatnya sebagai wakil rakyat dengan benar. "Caleg seperti inilah yang akan menjadi caleg korup, tidak amanah, dan menyalahgunakan wewenangnya," kata Indra.

Tetapi, Indra kembali menegaskan tak semua caleg seperti itu. Ia misalnya, pada 2009 lalu, menjadi caleg karena diminta oleh partai dan bukan karena keinginannya. 

Ia sebelumnya telah memiliki pekerjaan yang mapan. Yakni, menjadi pengacara dan telah memiliki aset berupa rumah dan kendaraan. "Dulu sebelum jadi caleg penghasilan saya sudah lebih dari cukuplah," katanya.

Sehingga, ketika ia telah menjadi anggota DPR pun, ia memanfaatkan jabatannya itu untuk pengabdian kepada masyarakat dan melayani masyarakat. Dan, ia pun menikmati tugas sebagai pelayan dan wakil rakyat tersebut.

Redaktur : Muhammad Hafil
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar