Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Menkumham Ingin Bangkitkan Perusahaan Lapas

Selasa 25 Feb 2014 15:39 WIB

Rep: Irfan Fitrat/ Red: Mansyur Faqih

Amir Syamsuddin

Amir Syamsuddin

Foto: Antara/Ujang Zaelani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menkumham Amir Syamsudin menginginkan potensi warga binaan di lapas dapat lebih dioptimalkan melalui perusahaan. Ke depan, ia mendorong adanya perhatian maksimal akan perusahaan lapas.

"Banyak sekali potensi-potensi yang kita bisa gali dari kemampuan warga binaan kita," ujar Amir di Jakarta, Selasa (25/2). 

Menurut dia, optimalisasi perusahaan lapas menjadi masukan dalam rencana strategis kemenkumham ke depan.

Amir menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke salah satu lapas besar di Australia. Di sana direktur produksi jumlahnya lebih banyak ketimbang sipir. Sehingga, potensi warga binaan di sana dapat lebih dioptimalkan. Baik secara perorangan atau pun kelompok. 

"Sehingga apakah perorangan atau kelompok yang produktif itu segera ada manajer produksinya untuk bisa menampung potensinya atau memasarkan produksi," kata dia.

Menurut Amir, banyak kontrak pekerjaan yang ditangani narapidana di sana. Ia menilai, optimalisasi perusahaan lapas dapat memberikan manfaat. Baik bagi narapidana atau pun pemerintah.

"Seluruh pendapatan bisa disimpan atau ditabung, sehingga akan berguna saat keluar setelah menyelesaikan hukuman di penjara," ujar dia.

Bukan hanya berkaca pada Australia, Amir pun sempat melihat perusahaan lapas di Indonesia yang berjaya. Bahkan, menurut dia, dapat membantu pemenuhan sandang atau pun pangan. 

Karena itu, Amir menginginkan perusahaan Lapas itu bisa lebih dioptimalkan ke depan, sehingga potensi warga binaan dapat tersalurkan. "Kita di sini terkesan diabaikan, padahal kita mempunyai sejarah masa lalu itu," kata dia.

Kepala Subdirektorat Komunikasi Ditjen Pemasyarakatan Akbar Hadi Prabowo mengatakan, ada banyak usaha yang berkembang di lapas. Contohnya, pembuatan sepatu dengan merek 'Semar 1' di Lapas Klas I Semarang. Di Lapas Bogor ada usaha tas.

Untuk Lapas Narkotika Jakarta dan Lapas Wanita di Palembang ada usaha pembuatan Roti. "Sampai saat ini usaha tersebut masih berlangsung," ujar dia.

Akbar juga menyebut di Lapas Pamekasan dan Lapas Kendal masih berjalan produksi kain batik. Mengenai usulan menteri akan perusahaan lapas, Akbar mengatakan, Ditjen Pemasyarakatan tengah menyusun finalisasi blue print kegiatan kerja produktif di dalam lapas atau rutan. "Tentu saja akan lebih dimaksimalkan lagi," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA