Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Ke Pengobatan Alternatif, Pasien Kanker Tinggalkan Medis

Ahad 23 Feb 2014 13:14 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Dewi Mardiani

Kegiatan Melukis Pasien Kanker Anak. (Republika/Prayogi)

Kegiatan Melukis Pasien Kanker Anak. (Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Akhir-akhir ini semakin meluas pengobatan alternatif. Dengan gencar promosi dan iklan soal pengobatan alternatif untuk kanker, banyak penderita kanker beralih ke pengobatan alternatif. 

"Padahal, untuk penyakit kanker itu yang bisa menyembuhkan hanyalah doa dan dokter, karena sudah ada bukti ilmiahnya,''kata Wakil Ketua II Yayasan Kanker Indonesia (YKI), DIY KRAy Anglingkusumo, pada acara doa bersama penderita kanker dan relawan kanker di Ruang Pertemuan YKI DIY, kemarin. 

Menurut dia, animo penderita kanker yang datang dalam acara doa bersama dan pengajian yang diselenggarakan oleh YKI semakin sedikit. Pasien kanker banyak beralih ke pengobatan alternatif ini karena gencarnya iklan dan promosi pengobatan tersebut sekitar tiga bulan terakhir ini. 

"Karena dari hasil wawancara saya dengan penderita maupun relawan, ternyata banyak penderita kanker yang sedang berobat ke alternatif dan mereka meninggalkan pengobatan dari dokter,'' ungkapnya, pada Republika.

Sebetulnya, kata Wakil Ketua I YKI DIY dr Sutaryo, YKI tidak melarang penderita kanker melakukan pengobatan alternatif, tetapi jangan tinggalkan yang dua hal yakni doa dan dokter.  ''Menggunakan alternatif tidak apa-apa, yang percaya silakan, kami tidak melarang, kami tidak menganjurkan, tetapi tidak boleh meninggalkan doa dan dokter." 

Menurutnya, pengobatan alternatif itu tidak menyembuhkan, melainkan hanya mengurangi rasa sakit. "Sembuh dari kanker itu dalam arti sel-sel kanker mati dan kesembuhan penyakit kanker ini  baru bisa dilakukan secara kedokteran dan doa," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA