Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Epik dan Drama Keagamaan Bersaing di Festival Film Berlin

Sabtu 15 Feb 2014 13:36 WIB

Red: Julkifli Marbun

Festival Film Berlin

Festival Film Berlin

Foto: wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Film drama dokumenter yang menampilkan para pemain yang sama terus-menerus selama 12 tahun dan berkisah tentang penganut Katholik radikal yang pantang mundur menangani masalah Irlandia Utara, kemungkinan akan menang dalam Festival Film Berlin.

Dua puluh judul film akan bersaing memperebutkan penghargaan Beruang Emas (Golden Bear) pada Sabtu malam di Berlinale 2014, dimana kritikus menyebut daftar antriannya mengecewakan, meskipun sudah menyaring lebih dari 400 film dari seluruh dunia.

"Tidak ada film lain yang sepadan dengan 'Boyhood 'untuk dipertaruhkan mendapat Golgen Bear," harian Jerman Die Welt melaporkan, Jumat, meskipun menyebutkan bahwa festival Film Internasional Berlin cenderung menyukai karya dari Eropa Timur atau negara-negara seperti Iran dan Turki.

Pemenang tahun lalu adalah film Rumania "Child's Pose" yang meraih penghargaan utama. Belum ada film Amerika yang menang di festival Berlin sejak Paul Thomas Anderson meraih kemenangan melalui "Magnolia" pada tahun 2000.

Boyhood mengangkat kisah seorang gadis yang mengalami tekanan karena dibesarkan dalam keluara penganut Katholik yang sangat taat.

Berlinale Festival ke-64 ini juga menampilkan persembahan pertama Angelina Jolie yaitu film berjudul "Difret" tentang kisah nyata seorang gadis Ethiopia berusia 14 tahun yang menjadi korban penculikan, penganiayaan dan perkosaan.

Gadis itu harus menghadapi sidang pidana di pengadilan atas dakwaan membunuh penculiknya.

Sementara itu sutradara Inggris Ken Loach menerima penghargaan "Prestasi Seumur hidup", dari festival tersebut, Jumat, dengan menyebut bahwa film-filmnya mencoba menekan masalah sosial dan politik.

Loach (77) yang pada awal karirnya sering bersimpangan dengan kelompok mapan di Inggris dan menjadi penentang keras atas apa yang dilihatnya sebagai "perang melawan penjajahan dan campur tangan AS dan Inggris".

Dalam jumpa pers pada festival tersebut Loach menyatakan bahwa keberhasilannya yang besar diperoleh melalui film "Cathy Come Home" pada pertengahan 1960-an.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA