Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Penyusutan Hutan Minahasa Picu Banjir Manado

Selasa 11 Feb 2014 13:48 WIB

Red: Mohammad Fachruddin

WNI di AS kumpulkan penggalangan dana untuk korban bencana Gunung Sinabung dan banjir Manado.

WNI di AS kumpulkan penggalangan dana untuk korban bencana Gunung Sinabung dan banjir Manado.

Foto: voa

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Kawasan hutan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) yang tinggal 30 persen diduga memberikan andil bencana banjir bandang di Kota Manado pada Rabu (15/1) beberapa pekan lalu.

"Saya tidak tahu persis berapa luas wilayah Minahasa. Namun tutupan hutan tinggal tiga puluh persen. Memang masih ada juga kontribusi tanaman perkebunan dan tahunan mencegah terjadinya aliran air permukaan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Noldy Liow, di Manado, Selasa (11/2).

Dia mengatakan, yang harus diupayakan sekarang ini untuk mencegah banjir bandang di kemudian hari adalah melakukan kegiatan konservasi seperti penanaman pohon di kawasan-kawasan kritis. "Bencana menurut gubernur sudah alamiah. Tinggal yang kita lakukan sekarang ini adalah bagaimana meminimalisasinya. Salah satunya adalah dengan menghutankan kembali sehingga air masuk ke dalam tanah dan tidak langsung mengalir," katanya.

Dia mengatakan, kekhawatiran lainnya akan terjadi bencana banjir di Kota Manado yang lebih parah adalah terbukanya jalur jalan lingkar Kota Manado. "Artinya bukan tidak perlu membangun jalan lingkar itu, melainkan ke depan harus diantisipasi aktivitas permukiman di bantaran sungai. Pada rapat koordinasi dengan wakil presiden beberapa waktu lalu, sangat diharapkan di bantaran sungai tidak dibangun permukiman lagi," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kehutanan Kabupaten Minahasa merilis daerah tangkapan air (catchment area) Gunung Mahawu di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, tinggal 1.000 hektare.

Semakin tertekannya fungsi kawasan hutan memberikan pengaruh kuat empat sungai besar yang bermuara di Kota Manado yaitu sungai Malalayang, Sungai Sario, Sungai Tikala dan Sungai Tondano.
Semakin berkurangnya daerah tangkapan air ini disebut tak mampu menahan volume air akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (14/1) malam hingga Rabu (15/1), sehingga Kota Manado disapu banjir bandang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA