Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Bertengkar dengan Pasangan Buruk Bagi Jantung

Senin 10 Feb 2014 17:00 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pasangan yang kurang mendukung akan mengakibatkan sumber stres bagi pasangan lainnya.

Pasangan yang kurang mendukung akan mengakibatkan sumber stres bagi pasangan lainnya.

Foto: popsych.org

REPUBLIKA.CO.ID,

Berselisih paham dengan pasangan ternyata bukan hanya membuat hati kesal. Penelitian terbaru menunjukkan bertengkar dengan pasangan juga buruk bagi kesehatan jantung.

Penelitian tersebut menunjukkan mereka yang hidup dengan pasanagn yang tidak mendukung satu sama lain, memiliki kecenderungan menderita penyakit jantung. Ilmuwan di University of Utah menemukan mereka yang mengatakan pasangan kadang mendukung tapi juga kadang menyebalkan memiliki kadar pengapuran pembuluh yang tinggi.

Pembuluh darah seperti ini artinya sakit dan berisiko tinggi terhadap kematian prematur. ‘’Ada sejumlah penelitian yang mengatakan bentuk hubungan kita memprediksikan angka kematian, terutama dari penyakit jantung,’’ ujar Bert Uchino, ilmuwan dari University of Utah.

Uchino dan koleganya tertarik untuk mengeksplorasi betapa rumitnya sebuah hubungan terhadap kesehatan jantung. Penelitian bertanya pada 136 pasangan yang telah berumur, dengan usia rata-rata 63 tahun. Mereka diminta mengisi kuisioner terkait kualitas pernikahan secara keseluruhan. Hingga kadar dukungan yang mereka terima dari pasangannya.

Secara spesifik mereka diminta mengindikasikan seberapa membantu atau seberapa menyebalkan pasangan ketika mereka membutuhkan dukungan, nasihat, atau bantuan. Penelitian kemudian menemukan sekitar 30 persen individu memandang pasangan mereka positif dalam urusan pemberian dukungan. Sisa 70 persen memandang pasangan sebagai ambivalen, kadang membantu dan kadang membuat kesal.

Peneliti kemudian membuat kesimpulan bahwa ketika pasangan melihat satu sama lain sebagai sumber yang ambivalen, maka akan mengubah perilaku mereka ke satu sama lain. Dan, pasangan yang seperti itu pun meningkatkan kadar stres satu sama lain atau mengurangi potensi sikap suportif ke satu sama lain.

Meski Uchino dan koleganya belum bisa memastikan sikap ambivalen yang sama-sama dimiliki pasangan menyebabkan kadar pengapuran pembuluh yang tinggi, namun hasil penelitian memberi data awal terhadap hubungan antara dukungan pasangan dan kesehatan jantung.  

 

 

 

sumber : Dailymail UK
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA