Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Ducati Masih Dilema Hadapi MotoGP 2014

Senin 10 Feb 2014 10:36 WIB

Red:

Ducati Masih Dilema Hadapi MotoGP 2014

Ducati Masih Dilema Hadapi MotoGP 2014

Foto: motor.sportku.com

SPORTKU.COM - Pada malam final uji coba pra musim MotoGP 2014 di Sepang, Malaysia, General Manager baru Ducati Corse, Gigi Dall'Igna masih belum tentukan sikap apakah akan turun di Factory atau Open class.

"Saya akan menganalisis semua data dari tes ini dan setelah itu saya akan mengambil keputusan. Saya di sini dalam minggu ini hanya untuk mengembangkan motor (Desmosedici GP14). Ini adalah target utama Ducati saat ini karena kami harus memperbaikinya," cetus Gigi.

Ducati sejauh ini telah mengkonfirmasi bahwa Yonny Hernandez (Pramac) akan berlomba di Open Class dengan Crutchlow, Dovizioso dan Hernandez rekan setim Andrea Iannone sementara masih terdaftar sebagai pembalap Factory Class.

Gigi Dall'Igna menggarisbawahi bahwa Ducati perlu kebebasan untuk mengembangkan motor mereka yang mungkin tidak dapat dilakukan di bawah aturan Factory Class yang telah direvisi itu.

"Yang pasti masalah yang saya lihat dengan aturan pada Factory Class adalah motor benar-benar sulit untuk berkembang dengan baik, karena Anda tidak dapat mengubah pemasangan pada sasis. Anda tidak dapat mengubah banyak hal. Hal ini menurut pendapat saya benar-benar sulit," keluhnya.

"Saya tidak tahu. Saya akan menganalisis semua data dan informasi yang benar di rumah karena ini adalah tes pertama Desmosedici GP14. Setelah itu saya akan membuat keputusan," imbuhnya lagi.

Batas waktu resmi untuk keputusan Open/Factory MotoGP adalah 28 Februari, atau pada tes pra musim MotoGP 2014 terakhir di Sepang. Namun Gigi menegaskan bahwa keputusan itu harus dibuat sebelum kunjungan kembali ke Malaysia.

sumber : motor.sportku.com
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA