Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Tiger Air Mandala Hentikan Sebelas Rute Penerbangan

Kamis 06 Feb 2014 23:43 WIB

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: A.Syalaby Ichsan

Pesawat milik maskapai Tigerair Mandala

Pesawat milik maskapai Tigerair Mandala

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sehubungan adanya evaluasi jaringan, sejumlah penerbangan Tigerair Mandala akan dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Rencana perubahan ini akan dimulai sejak tanggal berikut.

 Public Relations Manager Tigerair Mandala Lucas Suryanata merinci, rute dan nomor Penerbangan yang dihentikan sementara dimulai pada 10 Februari 2014, Surabaya – Hongkong, RI 650 / 651. Kedua, Surabaya – Kuala Lumpur, RI 742 / 743 pada 11 Februari 2014.

Ketiga, Jakarta – Kuala Lumpur, RI 700 /701 pada 18 Februari 2014. Keempat, Jakarta – Pekanbaru (pengurangan frekuensi),RI 72 /73 pada 18 Februari 2014.

Kelima, Medan (Kuala Namu) – Singapura,  RI 861 / 862 pada 18 Februari 2014. Keenam, Jakarta – Yogyakarta, RI 344 / 345 pada 3 Maret 2014. Ketujuh, Pekanbaru – Singapura, RI 871 / 870 pada 3 Maret 2014.

Kedelapan, Jakarta – Singapura (pengurangan frekuensi), RI 808 / 809 pada 3 Maret 2014. Kesembilan, Jakarta – Surabaya, RI 520 / 529 pada 17 Maret 2014. Ke-10 Surabaya – Bangkok, RI 914 / 915 pada 17 Maret 2014. Ke-11 Jakarta – Hongkong, RI 652 / 657 pada 11 April 2014.

Dia menginformasikan, pembelian tiket pesawat untuk rute di atas tidak dapat dilakukan untuk sementara. Para pelanggan yang telah memiliki tiket untuk seluruh penerbangan tersebut akan segera mendapatkan pemberitahuan serta pemindahan jadwal ke penerbangan Tigerair Mandala (RI) atau Tigerair Singapore (TR), atau pengembalian uang.

Silakan menghubungi agen perjalanan, atau call centre Tigerair Mandala di 021-2939 6688 terkait informasi proses pemindahan jadwal penerbangan atau pengembalian uang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA