Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Ekonom: Februari Berpeluang Deflasi

Senin 03 Feb 2014 18:26 WIB

Rep: Satya Festiani/ Red: Nidia Zuraya

Deflasi (ilustrasi)

Deflasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat menilai angka inflasi Januari yang relatif tinggi disebabkan oleh banjir. Laju inflasi Januari 2014 tercatat sebesar 1,07 persen. Dengan demikian, laju inflasi secara tahunan (yoy) mencapai 8,22 persen.

Ekonom dari Univeritas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan banjir tahun ini lebih para dari tahun lalu sehingga inflasi lebih tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2013 hanya tercatat 1,03 persen. Namun, menurut Tony, inflasi sifatnya one shot.

"Sekali inflasi langsung bisa turun lagi. Bukan sifatnya spiral yang biasanya karena iklim politik memburuk seperti Thailand," ujar Tony yang ditemui usai diskusi 'Strengthening Indonesia's Financial System', Senin (3/2).

Menurut Tony, Februari bisa mengalami inflasi yang lebih rendah. Bahkan bisa terjadi deflasi. Inflasi akan kembali naik pada lebaran.

Tony memprediksikan inflasi 2014 berada di kisaran 5,5-6,5 persen. "Asumsi inflasi BI yang 4,5+-1 persen itu terlalu optimis," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA