Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Sebanyak 142 Rumah di Serang Terendam Banjir

Jumat 31 Jan 2014 11:29 WIB

Red: Taufik Rachman

Banjir (ilustrasi)

Banjir (ilustrasi)

Foto: TMC

REPUBLIKA.CO.ID,SERANG--Sebanyak 142 rumah di Perumahan Bumi Nagara Lestari di Desa Nagara, Kabupaten Serang, Banten, kembali terendam banjir hingga ketinggian satu meter, padahal banjir yang melanda rumah tersebut beberapa hari lalu sudah menyusut dan kering.

"Curah hujan di Kabupaten Serang masih tinggi, sehingga beberapa rumah yang semula terkena banjir dan sudah kering, karena hujan turun lagi maka banjir lagi," kata Ketua RT 18/03 Perumahan Bumi Nagara Lestari Suyanto, Jumat.

Ia menjelaskan banjir tersebut akibat dari meluapnya Kali Cikambuy, salah satu anak Sungai Ciujung di Kecamatan Kibin.

Musibah yang menimpa warganya itu, disayangkannya karena belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang atau Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berupaya menanggulangi warga yang terkena korban banjir.

Sekitar 100 kepala keluarga sudah mengungsi ke kantor pemasaran perumahan dan kantor desa setempat, bahkan ada yang mengontrak rumah karena takut hujan deras turun cukup lama, mengingat tempat ia tinggal rawan banjir.

Humaedi (35), warga perumahan mengaku aktivitas warga selama ini sangat terganggu.
Karena selain terganggunya aktivitas masyarakat merasa stres setiap curah hujan selalu menjadi korban banjir. "Kami sangat stres dengan kondisi seperti ini pak," katanya mengeluh.

Namun pihaknya menyayangkan sikap BPBD Kabupaten Serang yang tidak cepat tanggap dalam melakukan penanggulangan bencana banjir di wilayahnya. "Aneh atas sikap BPBD setempat. Karena sampai saat ini meski sudah menginformasikan namun belum ada upaya penanggulangannya," katanya.

Padahal warga yang rumahnya terendam, lanjut Humaedi, tidak mengharapkan bantuan berupa uang, sembako atau lainnya. Namun yang diharapkan hanya upaya penanggulannya agar air yang merendam rumah warga bisa cepat surut.

"Kami tidak minta bantuan uang atau sembako, tapi atas upaya penaggulangannya dimana memang kewenangan BPBD setempat," tandasnya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Serang Hualely Asykin saat dihubungi melalui sambungan selulernya meski bernada aktif namun tak memberikan jawaban. Pantauan dilokasi, terlihat rumah-rumah warga terlihat kosong lantaran mereka memilih untuk mengungsi dibeberpa tempat.

Hanya terlihat beberapa warga yang menjaga rumahnya masing-masing. Mereka mengkhawatirkan jika hujan kembali turun kemungkinan air akan kembali naik dan merendam rumah?rumah yang berada di perumahan tersebut.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA