Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Melanjutkan Usaha Suami atau Buka Usaha Baru? (2)

Kamis 16 Jan 2014 11:17 WIB

Red: Endah Hapsari

Melanjutkan Usaha Suami atau Buka Usaha Baru? (2)

REPUBLIKA.CO.ID, Assalamu’alaikum Pak, perkenalkan nama saya Ibu Maylinda. Saya seorang janda dengan 3 anak.  Suami saya meninggal 9 bulan yang lalu.  Saya ingin mulai bisnis rumah makan, tetapi selalu ragu karena anak masih kecil-kecil dan saya takut untuk menginvestasikan uang peninggalan suami yang tidak terlalu banyak.

Saya memiliki lahan sawit yang dikelola oleh atasan Alm suami dan Insya Allah akan mulai berbuah satu tahun ke depan.  Untuk biaya hidup sekarang, uang peninggalan suami masih bisa untuk hidup hingga 5 tahun ke depan. Menurut bapak lebih baik saya fokus ke sawit atau membuka usaha lain? Bagaimana ya cara memulainya?

Maylinda

0857 5447 xxxx

 

Jawaban WF 19

 

Wa’alaikumsalam Wr Wb

Salam kenal Bu Maylinda :-)

Ada dua hal yang mesti kita ketahui dari diri kita sebelum memutuskan memilih bisnis masa depan kita : Pertama talent (bakat) kita dimana, yang Kedua passion (hasrat yang menggebu-gebu) terhadap suatu hal.

Jika ibu sudah tahu passion dan talent ibu, barulah mempelajari skill atau keterampilan yang mendukung dari talent dan passion ibu tersebut. Keterampilan inilah yang harus ibu asah untuk menjadi mastery (ahli dibidangnya).

Jika ibu mau melanjutkan usaha dari suami, belajarlah ilmu dasar tentang sawit dan bergurulah pada orang yang ahli dibidangnya.  Minimal ibu bisa belajar sama atasan Alm suami ibu dan meneruskan usaha suami ibu. Untuk bisnis lain kuncinya pada 2 hal, yaitu fokus dan monitor terus hingga berhasil. Dalam berbisnis entah di bidang produksi/barang, distribusi/marketing ataupun jasa tentunya memiliki risiko.

Risiko inilah yang harus ibu kelola, misal jika ibu menekuni dunia produksi/barang, risikonya ada pada produk/barangnya, entah bahannya yang kurang tersedia ataupun pasokan ke supliernya yang bermasalah. Begitupun di distribusi, risikonya ada di harga jual/margin.

Apalagi buat usaha seperti membuka rumah makan, perpaduan dari produksi makanan, pemasaran (jika menjual ke berbagai istitusi) dan jasa layanan buat pelanggan. Di luar dari pemilihan usaha tersebut, tentunya ibu harus juga memiliki team/yang membantu ibu.

Paling tidak ada 4 team yang harus dipunyai, yakni Team Penjualan, Team Pembukuan, Team Manajemen dan Team Pengembangan untuk bisa berinovasi dan berinvestasi terkait produk utama ibu. Di luar keempat team tadi, diperlukan juga team seperti : Team Permodalan, Teknis usaha hingga detail produk, SDM/pengembangan karyawan dan teknologi.

Dan salah satu cara untuk meminimalisir risiko tadi dengan bergabung kepada usaha/bisnis yang sudah jalan, ibu belajar dahulu disana. Lalu buat kesepakatan atau kerja sama, bisa dalam bentuk franchise atau usaha mandiri, dengan catatan ibu sudah memahami bisnis prosesnya. Selamat membuat keputusan dan memilih usaha yang terbaik.

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : uang@rol.republika.co.id  SMS 0815 1999 4916.

twitter.com/h4r1soulputra
www.p3kcheckup.com

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA