Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Bila Suami Istri Hidup Berjauhan

Kamis 16 Jan 2014 15:32 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Endah Hapsari

Hubungan suami istri jarak jauh/ilustrasi

Hubungan suami istri jarak jauh/ilustrasi

Foto: blairblogs.com

REPUBLIKA.CO.ID, Membangun hubungan jarak jauh dalam bingkai pernikahan memang tidak mudah. Suami istri yang tinggal satu atap saja terkadang banyak perma sa lahannya apalagi yang berlainan domisili. “Pasangan yang baru menikah atau usia pernikahannya masih di bawah lima tahun, sebaiknya tidak tinggal berjauhan,” saran relationship coach Indra Noveldy.

Hubungan jarak jauh sebetulnya bisa saja sukses, namun dibutuhkan kerja keras suami dan istri. Usaha mereka untuk mempertahankan keharmonisan keluarga mesti lima kali lipat lebih besar ketimbang pasangan lainnya. “Terutama, upaya untuk saling mengerti, memberikan kasih sayang, dan saling memahami,” ujar pendiri sekolahpernikahan. com ini.

Suami-istri yang menjalankan hubung an jarak jauh harus membuang jauh-jauh pemikiran negatif. Jangan mengira, suami sedang enak-enakan di tempat ia tinggal, sementara istri repot mengurus rumah tangga. Posisikan diri setara sebagai orang yang sama-sama ditinggal pasangan, me rasa tak lengkap, dan membutuhkan kasih sayang. “Cobalah saling mengerti dan menyayangi, jangan hanya menunggu untuk diperhatikan,” ujar Indra.

Untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang, lihatlah kebutuhan pasangan. Ada yang membutuhkan kasih sayang lewat kata-kata rayuan atau kata-kata manis. Namun, ada pula yang tidak cukup dengan bahasa atau kata-kata saja, tapi justru lebih membutuhkan sentuhan fisik. Kebutuhan fisik itulah yang cukup merepotkan. Kalau mempunyai dana yang mencukupi, tidak ada salahnya jika rajin pulang atau saling mengunjungi.

Tapi, kalau bujet tidak cukup, harus ada pengertian dari suami dan istri. Untuk menghindari godaan dari luar, kuatkan komitmen untuk menjaga kesetiaan. “Benteng terbaik adalah iman,” komentar Indra. Pasangan yang memilih long distance marriage (LDM) tidak boleh cengeng. Mengambek di awal perpisahan akan te rasa sebagai wujud rasa sayang di mata pa sangan. “Lama-kelamaan akan menyebalkan,” ujarnya.

Agar keharmonisan terjaga, perlancar komunikasi. Manfaatkan beragam peranti teknologi komunikasi. Menelepon dengan video call, web cam, ataupun Skype juga da pat menjadi obat kangen yang ampuh. Anda juga bisa saling sapa melalui jejaring sosial. “Soal intensitas percakapannya, pahami kesibukan pasangan,” ujar Indra yang juga pengarang buku best seller, Menikah untuk Bahagia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA