Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Mahfud: Gila, Kayak Ben Ali, Akil Simpan Uang di Tembok Ruang Karaoke

Senin 13 Jan 2014 23:45 WIB

Rep: Bilal Ramadhan/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Akil Mochtar

Akil Mochtar

Foto: Adhi Wicaksono/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD sebagai saksi dalam kasus suap penanganan sengketa pilkada untuk tersangka Akil Mochtar.

 Dalam pemeriksaan, penyidik menanyakan soal uang Akil Mochtar yang disimpan di ruang karaoke di rumah dinas Ketua MK di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
 
"Yang mengagetkan bagi saya justru ternyata uang-uang Akil disimpan di tembok-tembok ruang karaoke saya dulu. Soalnya saya kan dulu punya ruangan karaoke di Widya Chandra itu," kata Mahfud MD yang ditemui usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1).

Mahfud menjelaskan pemeriksaan KPK terhadapnya untuk melengkapi keterangan saksi-saksi sebelumnya dalam kasus yang menjerat Akil Mochtar yang juga mantan Ketua MK. Pada akhir bulan ini, penyidik KPK harus kejar arget melimpahkan berkas perkara Akil ke penuntutan agar kasus tidak dilepas demi hukum.

Namun ia mengaku terkejut saat penyidik menanyakan seputar uang-uang Akil yang disimpan di dalam tembok ruang karaoke di rumah dinas di Widya Chandra. Dengan ulah Akil ini, Mahfud menyamakan Akil seperti mantan Presiden Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali.

"Gila, itu kayak (mantan) Presiden Tunisia, Ben Ali. (mantan) Presiden Ben Ali kan uangnya disimpan di lemari perpustakaan, Akil begitu juga tapi di ruang karaoke," ungkapnya.

Mengenai jumlah uang Akil yang disimpan di balik tembok ruang karaoke, Mahfud mengaku tidak mengetahuinya. Ia juga tidak mengetahui uang milik Akil itu dalam bentuk Rupiah atau dolar AS. Ia juga tidak menanyakan lebih lanjut kepada penyidik terkait uang tersebut.

"Nggak tahu saya, nggak tanya dan nggak ingin tahu juga. Sudah tahu uangnya lebih dari Rp 100 miliar sudah cukup bukti. Pokoknya uangnya disimpan di balik tembok karaoke. Saya tadi ditanya tahu nggak ruang karaoke, tahu itu saya yang bangun.  Itu sekarang (penyidik KPK) menyita uangnya dari situ," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA