Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Ups.. Penyelundup Narkoba Salah Kirim Kokain

Jumat 10 Jan 2014 16:57 WIB

Red: Didi Purwadi

Narkoba

Narkoba

Foto: ROL/Agung Sasongko

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kardus-kardus berisi pisang dan kokain dikirim ke lima toko swalayan di Berlin, Jerman, Senin (6/1). Kepolisian setempat menyebut insiden tersebut sebagai 'kekeliruan pengiriman' oleh para penyelundup narkoba.

''Pegawai toko menemukan bungkusan yang secara keseluruhan berisi 140 kg kokain pada Senin sesaat sebelum akan menjual buah bagi masyarakat,'' kata polisi dan petugas pabean.

Ini merupakan temuan kokain terbesar di ibu kota Jerman dalam rentang 15 tahun dan di pasar gelap kokain. Kokain tersebut ditaksir bernilai sekitar enam juta Euro.

"Kami sungguh terkejut," kata polisi senior Olaf Schremm, kepala penyelidik narkoba, kepada wartawan. "Kami tidak tahu di mana kesalahan terjadi dalam mata rantai pengiriman."

Kardus-kardus pisang itu merupakan bagian dari 1.134 kardus yang dikapalkan dari Kolumbia menuju Hamburg dan dikirim ke penyalur buah di Berlin. ''Kokain itu ditemukan dalam tujuh kardus,'' kata Schremm.

Biasanya kardus-kardus itu dikirim untuk lima toko swalayan di wilayah Berlin, namun penyidik mengatakan tujuan pengiriman kokain itu tidak jelas.

Polisi memakai masker dan rompi anti-peluru saat menunjukkan kardus yang disita itu kepada media. Kokain itu akan disimpan dan kemudian dimusnahkan.

''Narkoba biasanya diselundupkan melalui kapal dari Amerika Serikat ke Eropa,'' kata polisi dan menambahkan akan sulit untuk melacak asal ribuan kontainer yang disimpan di pelabuhan Hamburg hanya dalam waktu singkat.

Pihak berwenang di Jerman mengatakan penyelundup narkoba biasanya menggunakan jasa pos atau kurir untuk mengimpor kokain dan lebih sering memakai angkutan kapal. Pada 2012, penyelidik menyita 1,26 metrik ton kokain.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA