Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

2.000 Warga Cina Tewas karena Bencana Alam

Selasa 07 Jan 2014 14:25 WIB

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Karta Raharja Ucu

Topan Nari (kanan) terbentuk dan menghantam India saat Badai Phailin (kiri) hendak mendekati India. Saat ini Topan Nari mulai bergerak mendekati kawasan Cina Selatan.

Topan Nari (kanan) terbentuk dan menghantam India saat Badai Phailin (kiri) hendak mendekati India. Saat ini Topan Nari mulai bergerak mendekati kawasan Cina Selatan.

Foto: (Cooperative Institute for Meteorological Satellite Studies

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Hampir 2.000 orang di Cina tewas dalam berbagai bencana alam sepanjang 2013. Sementara, kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat bencana tersebut mencapai 580 miliar yuan.

Sebuah laporan yang dirilis pada pekan ini oleh Kementerian Urusan Sipil Cina menyebutkan, berbagai bencana alam yang terjadi di negeri tirai bambu pada 2013 telah menewaskan 1.851 orang. Bahkan, dampak buruk dari macam-macam musibah itu sedikitnya juga dirasakan 388 juta orang di negara itu.

“Sementara, lebih dari 400 korban dinyatakan hilang dan 12 juta lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka karena kondisi cuaca yang buruk, termasuk banjir dan kekeringan,” tulis laporan tersebut seperti dilansir dari World Bulletin, Selasa (7/1).

Selain bencana alam yang disebabkan faktor cuaca, 43 peristiwa gempa berkekuatan lima SR ke atas juga melanda Negeri Panda sepanjang 2013. Sekitar 875 ribu rumah hancur dan 7,7 juta hunian warga lainnya mengalami kerusakan selama bencana berlangsung.

Lebih dari 31 juta hektare area lahan pertanian rusak dan gagal panen akibat gempa. Kerugian ekonomi dari keseluruhan bencana pada 2013 diperkirakan mencapai 580,84 miliar yuan. Besaran tersebut naik sebesar 38,8 persen jika dibandingkan dengan data kerugian akibat bencana alam pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA