Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Dolar Australia Terpukul Akibat Kebijakan Bank Sentral AS

Kamis 19 Dec 2013 09:10 WIB

Red: Nidia Zuraya

Dolar Australia (ilustrasi)

Dolar Australia (ilustrasi)

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Kurs dolar Australia jatuh ke tingkat terendah terhadap greenback sejak Agustus 2010 pada Kamis (19/12), setelah Bank Sentral atau The Federal Reserve (Fed) mengatakan akan mengurangi program stimulusnya (tapering off) pada bulan depan.

Dolar Australia mencapai tingkat terendah 88,21 sen AS setelah Ketua The Fed Ben Bernanke mengumumkan kebijakan tapering off. Dolar Australia diperdagangkan pada 89,04 sen AS pada Rabu (18/12).

Direktur LTG Goldrock Andrew Barnett mengatakan jatuhnya dolar Australia terbatas karena pengurangan stimulus itu lebih kecil dari yang diharapkan, tetapi ia memperkirakan mata uang lokal akan tetap berada di bawah tekanan.

"Ketika orang menyadari bahwa mereka akan mengurangi stimulusnya dengan lembut dan perlahan-lahan, dengan suku bunga nol persen di AS dan 2,5 persen di Australia, dalam pandangan saya, kami melihat perdagangan dolar Australia pada 85 sen AS (di bulan-bulan mendatang)," katanya.

"Faktanya adalah Reserve Bank di Australia (bank sentral Australia) ingin melihat Aussie turun di 85 sen AS dan mereka akan mendapatkan jalan mereka," tambah Barnett.

Gubernur bank sentral Australia Glenn Stevens pekan lalu mengatakan, ia ingin melihat mata uang dolar Australia pada 85 sen dolar AS untuk membantu merangsang sektor perdagangan. Sebuah mata uang yang kuat dalam beberapa tahun terakhir telah memeras ekonomi, mengikis pendapatan pemerintah dan menekan industri seperti manufaktur.


sumber : Antara/AFP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA