Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

SEA Games XXVII 2013

Merah Putih Pecahkan Dua Rekor

Sabtu 14 Dec 2013 07:55 WIB

Red: Zaky Al Hamzah

 Defile kontingen Indonesia saat upacara pembukaan SEA Games ke-27 di Wunna Theikdi Sport Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Rabu (11/12).  (Republika/Edwin Dwi Putranto)

Defile kontingen Indonesia saat upacara pembukaan SEA Games ke-27 di Wunna Theikdi Sport Stadium, Naypyitaw, Myanmar, Rabu (11/12). (Republika/Edwin Dwi Putranto)

REPUBLIKA.CO.ID, Satria Kartika Yudha dari Myanmar

NAYPYITAW — Perenang Triady Fauzi Sidiq dan lifter Eko Yuli Wirawan tidak hanya menambah pundi-pundi medali emas untuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar, Jumat (13/12). Keduanya juga memecahkan rekor SEA Games pada cabang olahraga renang dan angkat besi.

Triady turun di nomor 100 meter gaya bebas cabang olahraga renang di Stadion Wunna Theikdi, Naypyitaw. Perenang berusia 22 tahun itu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 49,99 detik. Dia mengungguli perenang Vietnam Quy Phuoy Hoang dengan waktu 50,52 detik dan perenang asal Malaysia yang harus puas dengan medali perunggu.

Torehan waktu Triady melampaui prestasi perenang Malaysia Dainel Bego yang memegang rekor SEA Games 2009 dengan waktu 50,16 detik. Triady memang andalan Indonesia untuk nomor gaya bebas. Dia merupakan pemegang rekor nasional untuk gaya bebas 50 meter, gaya bebas 100 meter, dan gaya bebas 200 meter.

Bahkan, Triady memecahkan rekor nasional nomor 100 meter atas nama Richard Sambera yang sudah bertahan 12 tahun pada Islamic Solidarity Games pada 26 September. Kendati demikian, Triady mengatakan, dia hanya menargetkan medali emas. “Kaget juga bisa memecahkan rekor,” kata dia.

Di Stadion Theinphyu, Yangin, Eko masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di Asia Tenggara. Lifter berusia 25 tahun ini meraih medali emas setelah menjadi yang terkuat dengan total angkatan 304 kg. Eko memecahkan rekor atas namanya sendiri yang dibukukan pada SEA Games 2011 dengan total angkatan 302 kg.

Peraih medali perunggu Olimpiade 2012 ini juga mengaku tak menyangka bisa memperpanjang rekornya. Dia hanya menargetkan mempertahankan emas. Sebab, dia sempat dilanda cedera seusai mengikuti Olimpiade tahun lalu. “Saya persembahkan emas ini untuk masyarakat Indonesia,” ujar dia.

Indonesia juga menambah medali emas melalui Kusmawati Yazid pada nomor balap sepeda gunung (mountain bike) individu putri di lintasan balap Mount Pleasant, Naypyitaw. Perempuan asal Ciamis, Jawa Barat, itu mencatat waktu satu jam 21 menit 20 detik untuk mengalahkan pembalap Thailand dan Vietnam. “Saya mampu mengambil kesempatan ketika mereka lengah dan memaksimalkan pada trek turunan,” kata Kusmawati.

Ini merupakan emas kedua yang dipersembahkan dari cabang balap sepeda kategori MTB. Kemarin, Indonesia juga sukses menyabet emas dari nomor lintas alam beregu. Tapi, kontingen balap sepeda Indonesia gagal ‘mengawinkan’ emas MTB individu setelah Bandi Sugito di sektor putra hanya mampu meraih medali perak.

Indonesia juga meraih medali emas pada nomor tim tunggang serasi atau dressage. Karateka senior Indonesia Umar Syarief juga masih sulit ditandingi di Asia Tenggara. Karateka berusia 36 tahun itu mempersembahkan emas pertama untuk tim karate. Pada final kelas +84 kg, dia berhasil menaklukkan karateka asal Malaysia Theeban Govindasamy dengan skor 1-0.

“Saya membatalkan pensiun karena tidak mau melihat Malaysia dan lawan-lawan lainnya senang. Saya memang sudah tua, tapi saya haus gelar,” ujar Umar seusai pengalungan medali. Tim karate Indonesia juga meraih dua medali perak dan satu perunggu.

Daftar klasemen sementara medali, Indonesia berada di posisi ketiga dengan 21 emas, 25 perak, dan 18 perunggu. Merah Putih tertinggal dari Myanmar dengan 26 emas dan Vietnam (22 emas).

Indonesia dipastikan menambah medali dari bulu tangkis setelah meloloskan dua wakil ke final ganda putra. Ricky Karanda/Berry Angriawan akan menghadapi Angga Pratama/Rian Agung pada final di Stadion Wunna Theikdi, Sabtu (13/12). n antara ed: ratna puspita

Berita-berita lain bisa dibaca di harian Republika. Terima kasih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA