Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Letusan Merapi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Sleman

Kamis 28 Nov 2013 19:33 WIB

Rep: nur aini/ Red: Damanhuri Zuhri

Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta

Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta

Foto: Antara/ Wahyu Putro

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Letusan Gunung Merapi yang terjadi tahun ini tidak menyurutkan jumlah wisatawan ke Sleman. Jumlah kunjungan justru naik lebih dari 3.700 wisatawan.

Hingga November 2013, Gunung Merapi tercatat beberapa kali mengeluarkan material letusan. Letusan terbaru pada 18 November lalu membuat hujan abu vulkanik di wilayah Boyolali, Klaten, hingga Solo. Letusan sebelumnya pada 22 Juli, abu Merapi bahkan sampai ke Bantul dan menutupi sebagian Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi mengaku letusan Gunung Merapi tahun ini tidak memengaruhi jumlah kunjuangan wisatawan ke Sleman.

Menurutnya, pascaletusan Merapi justru bermunculan wisata baru di Sleman. "Sejauh ini, letusan Merapi tidak berpengaruh pada kunjungan tapi kalau ada kehati-hatian dan waspada itu wajar," ungkapnya kepada Republika, Kamis (28/11).

Pasca erupsi Merapi 2010, sejumlah kawasan sekitar lereng Merapi dilarang dihuni penduduk. Namun, kawasan tersebut berubah menjadi lokasi wisata. Paket wisata yang ditawarkan di lereng Merapi tersebut dikenal dengan 'lava tour'.

Ayu mengaku lava tour menjadi wisata andalan baru di Sleman. Paket wisata tersebut menawarkan perjalanan ke lereng Merapi menggunakan jeep. "Sepanjang dengan jeep dan mematuhi peraturan, wisata ke lereng Merapi masih aman. Status Merapi juga dinyatakan masih normal aktif," ujarnya.

Untuk mengembangkan wisata Merapi, Disbudpar memberi pelatihan kepada sopir jeep. Ayu mengatakan pelatihan itu meliputi standar keamanan berkendara. Pelatihan tersebut melibatkan komunitas pengendara di Yogyakarta.

Dengan obyek wisata baru, jumlah wisatawan ke Sleman tahun ini diproyeksikan meningkat. Ayu menyebut angka penambahan wisatawan bisa lebih dari 3.700 orang. Wisatawan tersebut berasal dari lokal maupun internasional.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengaku dalam dua tahun terakhir, kunjungan wisata di Sleman terus meningkat. Data dari Pemkab Sleman menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan domestik pada 2011 mencapai 3,01 juta orang dan wisatawan mancanegara mencapai 262 ribu.

Jumlah tersebut meningkat dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik menjadi 3,07 juta orang pada 2012. Sementara, wisatawan mancanegara mencapai 341 ribu orang.

Wisatawan dinilai lebih betah di Sleman dari tahun ke tahun. Pada 2011 lama tinggal  wisatawan domestik adalah 2,55 hari sedangkan wisatawan mancanegara selama 2,76 hari. Sedangkan, pada 2012 lama tinggal meningkat menjadi 2,57 hari untuk wisatawan domestik dan 2,77 hari bagi wisatawan mancanegara.

"Angka itu mendorong Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus berkreasi mengembangkan obyek wisata baru untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata," ujar Sri Purnomo.


Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA