Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Bahas Penyadapan, DPR Panggil BIN, TNI, Lemsaneg

Jumat 22 Nov 2013 18:01 WIB

Rep: Andi Ikhbal/ Red: Mansyur Faqih

Mahfudz Siddik

Mahfudz Siddik

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq mengatakan, peristiwa penyadapan Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk mendalami informasi dan memperkuat keamanan sistem telekomunikasi.

"Selasa depan, kami mengagendakan bertemu dengan sejumlah menteri terkait, BIN, TNI, dan Lembaga Sandi Negara," kata Mahfud, Jumat (22/11).

Sebab, ujarnya, operator penyedia layanan komunikasi pun saat ini sudah dikuasai asing. Belum lagi jalur politik yang menganggap thousand friend zero enemy membuat Indonesia terdesak saat ada tindakan semacam ini.

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia, Muflich Chalif Ibrahim menganjurkan, agar Indonesia segera memutus hubungan diplomatik dengan Australia. Sebab, banyak ulah yang dinilai merugikan dalam negeri. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA