Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Serunya 'Malam Cinta Indonesia 2013' di Jepang

Kamis 21 Nov 2013 14:44 WIB

Red: Miftahul Falah

Malam Cinta Indonesia 2013.

Malam Cinta Indonesia 2013.

Foto: PPI

Dinginnya Kota Tsukuba pada Jumat (15/11) yang tengah diguyur hujan dengan suhu di bawah 10 derajat celsius, tidak membuat para pelajar Indonesia di Ibaraki Prefecture, Jepang, patah semangat. Dengan tekad kuat untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jepang, mereka bekerja keras menyelenggarakan Malam Cinta Indonesia 2013 (MCI2013) yang sukses menyedot perhatian 300 penonton yang kebanyakan warga Jepang.

Acara "Malam Cinta Indonesia" atau dalam bahasa Jepang "Indonesia Yuko no Yube", merupakan salah satu program kerja dua tahunan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang komisariat Ibaraki (PPIJ-Ibaraki). Kegiatan ini bekerja sama dengan Merah-Putih Kai, yang merupakan perkumpulan orang Jepang yang menyukai kebudayaan Indonesia.

MCI 2013 diketuai oleh Muhammad Zinuri, mahasiswa Tsukuba University. Kedutaan Besar Indonesia untuk Jepang melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Atase Kehutanan mendukung sepenuhnya keberlangsungan acara ini. Selain itu, acara ini juga didukung oleh Asia Pulp and Paper Japan dan Pelita Indonesia Education Fund.

Acara yang bertempat di Capio Hall, Tsukuba ini terbuka bagi siapapun dan gratis. Jumlah penonton yang hadir sekitar 300 orang yang terdiri atas warga Tsukuba sekitar serta masyarakat Indonesia lainnya dalam lingkup prefecture Ibaraki.

Acara dimulai dengan pemutaran film dokumenter tentang Indonesia oleh KBRI-Tokyo. Kemudian disusul oleh beragam pertunjukan seni budaya, baik dari Indonesia sendiri maupun budaya Jepang yang diikuti dengan parade busana daerah. Beberapa budaya Indonesia yang ditampilkan dalam acara MCI 2013 antara lain Tari Pendet, Nandak Betawi, Wulan Merindu, Tari Merak, Medley lagu daerah, Tari Sekar Jagat, Bengawan Solo dan Manuk Dadali, Tari Saman, Tari Jaipong Bajidor Kahot, serta Poco-poco. Sementara, beberapa budaya Jepang yang diperkenalkan yaitu Shamisen dan Taiko. 

















Acara pun ditutup dengan menyayikan lagu "Ekspresi" yang dibawakan oleh semua panitia pada MCI 2013 ini. MCI 2013 sukses terlaksana berkat kontribusi dan dukungan penuh rekan-rekan PPIJ-Ibaraki, yang telah meluangkan waktu di sela-sela padatnya kegiatan akademik di Jepang.

"Semoga MCI dua tahun lagi, pada 2015, bisa dilaksanakan lebih meriah lagi dan terus mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Jepang. Kami berharap, pengorbanan dan sumbangsih yang dihadirkan oleh teman-teman di Ibaraki bisa menjadi sarana perekat persahabatan antara warga Indonesia dengan Jepang," ujar Deden Derajat Matra, mahasiswa Master di Ibaraki University yang juga ketua PPIJ komisariat Ibaraki.


Teuku Muhammad Roffi
Ketua PPI Jepang 2013-2014
tmroffi@yahoo.com
+818046580812

 


Rubrik ini bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA