Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tas Misterius Hebohkan Kantor DPD PKS Purwakarta

Rabu 20 Nov 2013 20:00 WIB

Red: Taufik Rachman

PKS

PKS

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Penemuan tas diduga berisi bahan peledak terjadi di kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu dini hari.

Kejadian tersebut mengakibatkan jalan raya yang merupakan akses menuju kantor DPD PKS Karawang dipasangi garis polisi oleh petugas dari Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jawa Barat.

Penemuan tas yang diduga berisi bahan peledak itu bermula dari kecurigaan salah seorang anggota keamanan PKS Karawang. Keberadaan tas itu secara tiba-tiba, tanpa diketahui siapa yang menyimpannya.

Seorang anggota keamanan kantor PKS Karawang itu kemudian menghubungi beberapa pengurus partai terkait dengan penemuan tas yang mencurigakan. Pengurus partai itu kemudian langsung menghubungi polres Karawang.

Seorang pengurus PKS Karawang Dedi Sudrajat, mengaku pihaknya langsung berkoordinasi ke Polres Karawang untuk mengecek isi tas tersebut. Selanjutnya pihak Polres Karawang melakukan koordinasi kepada Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jabar.

"Tidak berapa lama, akhirnya petugas dari Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jabar datang ke lokasi," kata dia.

Di lokasi, Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jabar langsung melakukan pemeriksaan tas dengan menggunakan foto Sinar X untuk mengetahui isi tas tersebut. Selain dilakukan foto Sinar X, tas tersebut dibuka.

Kombes Pol Waris Agono, petugas dari Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jabar mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan tas ransel warna coklat tersebut berisi delapan buah paspor yang sudah kadaluarsa, yakni berisi identitas tenaga kerja Indonesia, akta kelahiran, kartu tanda TKI dan berkas-berkas tentang tenaga kerja.

Kemudian tas mencurigakan itu dibawa oleh Unit Satuan Penjinak Bom Brimob Polda Jabar.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA