Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Jacksen Tiago Beri Wejangan untuk PSSI

Rabu 20 Nov 2013 20:17 WIB

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Mansyur Faqih

Jacksen F. Tiago

Jacksen F. Tiago

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Jacksen Ferreira Tiago yang baru saja selesai menunaikan tugasnya sebagai juru taktik timnas, memberikan wejangan kepada PSSI. Ia berharap PSSI dapat lebih serius dalam menyiapkan laga uji coba untuk timnas. 

Jacksen meyakini timnas Indonesia memiliki prospek yang bagus. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan program kerja yang baik. Misalkan dengan memperbanyak laga uji coba melawan tim selevel, bahkan dengan tim yang levelnya berada di atas Indonesia. 

Selama menukangi timnas sejak April 2013, Jacksen memang kerap menemui kendala dalam hal uji coba. Berbagai uji coba yang diajukan Jacksen, batal terlaksana. Timnas pun akhirnya hanya memiliki satu laga uji coba melawan Filipina sebelum melakoni laga ketiga Pra-Piala Asia menjamu Cina.

Kemudian Indonesia terpaksa hanya melakoni laga internasional melawan Kirgistan dan melawan klub lokal Korea Utara April 25 SC sebelum melakoni pertemuan kedua melawan Cina. "Uji coba dengan tim selevel sangat penting untuk meningkatkan permainan tim," kata Jacksen. 

Namun, Jacksen mengaku tidak memiliki saran kepada Riedl yang akan menggantikan posisinya. Jacksen menilai setiap pelatih punya filosofi berbeda. 

Namun jika Jacksen yang akan terus menjadi pelatih, ia akan tetap mempertahankan filosofinya dalam melatih. Pertama, Jacksen akan terus mencoba memunculkan nama-nama baru di timnas. Ini penting untuk menciptakan iklim persaingan terhadap para pemain yang selama ini menjadi langganan timnas agar tidak cepat berpuas diri. 

Itu sudah dibuktikan Jacksen ketika ia meminggirkan gelandang langganan timnas seperti Firman Utina. Jacksen lebih mempercayakan pemain muda seperti Taufiq dan Achmad Jufriyanto. "Lalu di lini belakang misalnya, jika sebelumnya duet selalu diisi Victor Igbonefo dan M Roby, tapi kali ini ada nama baru potensial seperti Fachruddin," kata dia. 

Terakhir dan yang tak kalah penting adalah menghilangkan gaya buruk bermain timnas yang kerap memainkan bola panjang langsung dari lini tengah. Padahal gaya bermain seperti itu sangat tak efektif apabila diterapkan tidak dalam situasi peluang yang bagus. 

Apalagi pola permainan bola panjang akan mudah dipatahkan jika menghadapi lawan yang memiliki postur lebih tinggi. "Harus terus mencoba main bola dari kaki ke kaki. Itu kalau saya terus menjadi pelatih," papar Jacksen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA