Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Ribuan Warga Klungkung Terduga HIV

Selasa 19 Nov 2013 19:25 WIB

Red: Dewi Mardiani

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARAPURA -- Sekitar 1.800 warga Kabupaten Klungkung, Bali, dinyatakan terduga terinfeksi Human Immonodeficiency Virus (HIV) sebagaimana data yang dirilis pemerintah daerah setempat.

"Ini estimasi atas hasil survei yang kami lakukan pada Maret 2013," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS (KPA) Kabupaten Klungkung, Nyoman Sunaya, di Semarapura, Selasa (19/11).

Menurut dia, 1.800 terduga menderita HIV/AIDS itu tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. "Namun yang tertinggi di Kecamatan Klungkung," katanya.

Survei tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, lembaga swadaya masyarakat, dan KPA Provinsi Bali. "Kasus ini baru dugaan dengan melihat sudut pandang perilaku, gaya hidup, dan riwayat kesehatannya," ujarnya Nyoman Sunaya.

Untuk menentukan bahwa seseorang itu benar-benar mengidap HIV dan AIDS, lanjut dia, maka harus menjalani pemeriksaan sel darah putih di laboratorium.

Sementara itu, hingga bulan Agustus 2013, jumlah pengidap kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Klungkung telah mencapai 191 orang, 130 orang di antaranya pria. Dari jumlah itu pula, sembilan kasus ditularkan dari ibu kepada bayinya, sembilan kasus karena penggunaan narkoba melalui jarum suntik, dan 22 kasus dari pasangan berisiko tinggi.

"Lalu 21 kasus lainnya tidak diketahui riwayatnya karena sebelumnya tinggal di luar daerah dan ketika kembali ke Klungkung sudah positif HIV dan AIDS," kata Nyoman Sunaya menambahkan.

Ia mengingatkan bahwa para sopir truk merupakan orang yang berisiko tinggi menularkan penyakit yang dapat menyerang kekebalan tubuh itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA