Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Unilever Serap Dana Belanja Modal Rp 600 Miliar

Kamis 24 Oct 2013 16:31 WIB

Red: Nidia Zuraya

Produk Unilever (ilustrasi)

Produk Unilever (ilustrasi)

Foto: the-ratti-report.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengaku pihaknya telah menyerap dana belanja modal (capex) sebesar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar hingga semester I atau sekitar 50-60 persen dari total dana yang dianggarkan tahun ini yang sebesar Rp 1 triliun. Direktur Unilever Indonesia, Sancoyo Antarikso mengatakan bahwa dana belanja modal tahun ini seluruhnya bersumber dari kas internal, dana itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik "home and personal care" serta food and beverages.

"Kebutuhan capex Unilever Indonesia tahun ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena, penggunaan dana capex itu lebih kepada ekspansi kapasitas produksi pada pabrik Unilever yang terletak di Cikarang dan Surabaya," kata Sancoyo di Jakarta, Kamis (24/10).

Ia menambahkan anggaran belanja modal sebesar Rp1 triliun akan terserap seluruhnya di sisa bulan tahun ini untuk mendukung kinerja serta ekspansi perseroan.

Sementara itu, terkait rencana go private atau perubahan status perusahaan terbuka menjadi tertutup PT Unilever Body Care Indonesia Tbk (PROD) yang merupakan sister company perseroan, Sancoyo mengemukakan bahwa induk usaha UNVR yakni PT Unilever Indonesia Holding BV telah menyiapkan dana untuk mengambil sebanyak 1.500.000 lembar saham PROD.

Sancoyo mengatakan bahwa langkah induk usaha perseroan itu untuk memiliki sepenuhnya saham PROD. "Harga penawaran saham PROD sebesar Rp 372 ribu per saham, sementara harga saat delisting (penghapusan saham di BEI) tahun 2009 lalu sebesar Rp 2.250 per saham. Ditawarkan dengan harga premium," ujarnya.

Terkait rapat umum pemegang saham (RUPS) UNVR, dikemukakan telah disepakati perubahan susunan di jajaran direksi Perseroan. Manajemen menerima dengan baik pengunduran diri Franklin Chan Gomez, dari jabatannya selaku Direktur terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2013 dan digantikan oleh Tevilyan Yudhistira Rusli yang efektif pada 24 Oktober 2013. "Alasan pengunduran diri Franklin Chan Gomez lebih dikarenakan kepentingan pribadi," ucap Sancoyo.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA