Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Isran Noor: Indonesia Menuju Negara Maritim Makmur

Senin 21 Oct 2013 20:30 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Fernan Rahadi

Isran Noor

Isran Noor

Foto: Antara/Nyoman Budhiana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Indonesia pernah bergaung di Asia Tenggara sebagai negara maritim. Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan bukti nyata sejarah kemaritiman di wilayah Nusantara.

Tetapi, gaung negara maritim kedua kerajaan tersebut telah tidak berbekas. Paradigma Indonesia sebagai negara maritim pun teralihkan menjadi negara agraris.

Bupati Kutai Timur, Isran Noor, mengingatkan jati diri Indonesia adalah negara maritim. Penilaian tersebut berdasarkan kenyataan bahwa paradigma pembangunan yang digunakan Indonesia selama ini belum menunjukan hasil yang signifikan.

Dia mengatakan, istilah maritim lebih tepat digunakan karena menunjukan aktivitas dan pemberdayaan manusia yang berkenaan dengan laut. Isran meyakini, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi negara maju di Asia dengan doktrin sebagai negara maritim yang superior.

Dia juga menyerukan agar Indonesia menjadi negara maritim terbesar di Asia, maka visi besarnya adalah  membangun rakyat agar terus bergerak maju. "Indonesia bisa maju jika sektor kelautan dikelola dengan baik," katanya dalam siaran pers di acara Closing Ceremony Sang Hyang Kamahayanikan Award di Jakarta, kemarin.

Orasi yang disampaikan Isran merupakan gambaran inspiratif dari buku berjudul 'Indonesia Negara Maritim Terbesar di Asia'. Buku tersebut merupakan buah karya ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi)itu.

Isran meyakini, akan terjadi loncatan kemakmuran di Indonesia jika konsep oceanomic dapat dijalankan dengan penuh dedikasi dan patriotisme. Meski demikian, kebijakan tersebut harus disertai dengan pertimbangan bisnis yang matang agar tidak salah kelola.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA