Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Virus Komputer Tak Kenal Negara

Rabu 09 Oct 2013 19:40 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Virus komputer. Ilustrasi

Virus komputer. Ilustrasi

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pakar antivirus PT Prosperita-ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, virus yang menyerang sistem perangkat lunak komputer dan sejenisnya tidak mengenal lokalitas negara atau wilayah.

"Bahasa komputer itu universal. Tidak ada istilah virus komputer itu lokal atau internasional," katanya di sela-sela peluncuran produk antivirus ESET "Home Edition" dan Business Edition" di Semarang, Rabu (9/10).

ESET merupakan perusahaan keamanan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) yang didirikan sejak 1992 dan bermarkas di Slovakia. Produk yang dihasilkannya, seperti program antivirus untuk perangkat lunak. Menurut Technical Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia itu, universalitas bahasa komputer itu menjadikan semua virus bisa dideteksi dan diatasi dengan antivirus tanpa memandang asal negara pembuatnya.

"Jadi, misalnya virus komputer yang marak di Indonesia. Katanya, hanya bisa diatasi antivirus lokal karena virusnya lokal, tidak benar seperti itu. Antivirus dari mana pun juga bisa mendeteksi," katanya.

Bahkan, ada kemungkinan virus komputer atau gadget mengalami roaming atau berpindah dari negara satu ke negara lain karena bahasa komputer sifatnya universal dan tidak mengenal lokalitas. Ia menjelaskan, perkembangan 'malware' atau lebih dikenal dengan istilah virus yang menyerang perangkat lunak, semakin hari kian menunjukkan kerumitannya sebagai upaya untuk melakukan tindak kejahatan.

Padahal, serbuan 'malware' tidak mengenal hari libur dan pola yang digunakan semakin kompleks sehingga perlu mempersiapkan segala kemungkinan untuk sistem pengamanan, terutama pada perusahaan.

"Serangan virus, umumnya memanfaatkan celah keamanan, baik pada program, jaringan, maupun 'server'. Dari mulai menyerang komputer, 'server'. Bahkan, 'malware' pun dikembangkan menyerang 'webserver'," kata Yudhi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA