Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

KPU: Kampanye Harus Mendidik, Jangan Cuma Untungkan Peserta

Jumat 04 Oct 2013 23:41 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Atribut kampanye dan bendera partai politik (ilustrasi)

Atribut kampanye dan bendera partai politik (ilustrasi)

Foto: ANTARA/ROSA PANGGABEAN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kegiatan kampanye Pemilu 2014  diminta tidak hanya memberi keuntungan kepada partai-partai politik peserta semata namun juga memenuhi fungsi pendidikan politik bagi rakyat.

"Harus dipikirkan bagaimana caranya agar kegiatan kampanye yang dilakukan peserta pemilu sekaligus bisa memenuhi kewajiban mereka untuk memberikan pendidikan politik bagi rakyat," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamal Manisk di Jakarta, Jumat (4/10).

"Kalau sekedar kampanye tanpa pendidikan politik, maka biaya yang keluar mubazir," ujarnya. Oleh karena itu, Husni berharap agar perumusan pedoman kampanye Pemilu 2014 di media massa dapat menghasilkan aturan yang mengindahkan prinsip pendidikan politik.

KPU melakukan konsinyering bersama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers pada 4-6 Oktober di Travellers Hotel, Jakarta untuk merumuskan pedoman kampanye Pemilu 2014 di media massa.

Ia menekankan bahwa dalam pengoptimalan manfaat fungsi pendidikan rakyat dalam kampanye meruapakan pertimbangan kepentingan jangka panjang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA