Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Pengamat: Tahun Politik Ujian Berat Bagi Kapolri Baru

Senin 30 Sep 2013 21:21 WIB

Red: Heri Ruslan

Sutarman

Sutarman

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  --  Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies (7SS) Mulyana W Kusumah menyatakan tahun 2013-2014 adalah tahun politik yang menjadi ujian berat bagi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru pengganti Jenderal Pol Timur Pradopo.

"Tahun politik akan merupakan tahun ujian bagi Kapolri menghadapi berbagai evaluasi publik mengenai pencapaian target dalam melaksanakan Renstra Polri 2010-2014," kata Mulyana di Jakarta, Senin.

 

Secara khusus, kata Mulyana, Polri dengan segenap jajaran harus responsif terhadap semua bentuk kejahatan politik dalam Pemilu 2014, seperti penanganan efektif dan cepat dalam kasus kecurangan pemilu, bekerja sama dengan Bawaslu sampai ke tingkat daerah.

 

"Pidana yang berkaitan dengan pemilu harus cepat ditangani," kata Mulyana yang juga mantan komisioner KPU RI itu.
Lebih lanjut Mulyana mengatakan di masa mendatang Polri juga semakin dihadapkan pada upaya membangun kepercayaan serta perkembangan kompetensi individual dan institusional Polri. Oleh karena itu, agenda berat Kapolri baru adalah mengerahkan segenap sumber daya Polri.

 

Menurut Mulyana, agenda berat yang lain yang sangat menentukan citra dan wibawa Polri adalah penangkalan, pencegahan, dan pemberantasan segala bentuk kejahatan konvensional seperti perampokan dan kejahatan terhadap kekayaan negara yakni pembalakan liar, penambangan liar, dan pencurian ikan.

 

"Kemudian kejahatan terorganisasi seperti narkotika, traficking, serta kejahatan transnasional, juga kejahatan berimplikasi kontijensi," ujar kriminolog Universitas Indonesia (UI) itu.

 

Tak kalah penting, kata Mulyana, pengungkapan tuntas dan penindakan hukum atas kejahatan kekerasan bersenjata terhadap anggota Polri, bukan saja untuk menegakkan wibawa Polri, akan tetapi juga sebagai langkah protektif konkret terhadap anggota Polri sendiri.

 

Dengan latar belakang pengalaman mulai dari satuan kewilayahan tingkat bawah sampai ke Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya, juga sebagai Kabareskrim, Komjen Pol Sutarman diharapkan mampu memimpin Polri.

 

Sebelumnya, Jumat (27/9), Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya menerima surat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengajukan Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo yang akan memasuki masa pensiun.

 

DPR diminta memberikan persetujuan terhadap rencana Presiden mengangkat Jenderal Pol Sutarman sebagai Kapolri baru.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA