Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Data-Data Michele Obama Dicuri

Ahad 29 Sep 2013 19:28 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Michele Obama

Michele Obama

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Nomor jaminan sosial Michele Obama dan banyak orang lainnya telah dicuri dari perusahaan penyimpan data.

Seperti dikutip BBC, penyelidikan terbaru mengungkapkan bahwa aksi peretas sistem komputer atau hacker telah mencuri jutaan data pemilik nomor jaminan sosial di AS.
Aksi itu dilakukan lewat aksi membobol jaringan data yang menyimpan informasi para pemilik nomor sosial tersebut.

Para peretas kemudian mempublikasikan sejumlah data diri sejumlah orang terkenal di AS termasuk milik ibu negara AS, Michelle Obama.

Wartawan Brian Krebs yang telah melakukan pelacakan mendapatkan informasi bahwa data yang dicuri tersebut berasal dari jaringan komputer kelompok peretas yang menjalankan situs penjualan data rahasia.

Pada Maret lalu, Krebs seperti juga FBI dan Secret Service mulai menyelidiki bagaimana situs theexposed.su bisa mendapatkan informasi sejumlah nomor jaminan sosial dari banyak orang terkenal di AS.

Situs misterius yang telah ditutup ini memang telah mempublikasikan sejumlah informasi rahasia milik pesohor seperti Bill Gates, Beyonce Knowles, Jay-Z, Ashton Kutcher dan banyak lagi.

Penyelidikan yang mereka lakukan terhadap situs tersebut menunjukan bahwa pengelolanya telah membeli informasi tentang data-data rahasia itu dari situs lain bernama SSNDOB, yang mengiklankan diri bahwa mereka bisa memberikan informasi sejumlah data pribadi.

Situs SSNDOB menjual data individu yang mereka dapatkan dengan harga sekitar Rp 6.000. Situs penjualan data di AS kemungkinan telah berhasil mengakses sekitar 4 juta data warga AS.

Pada awal musim panas lalu, Krebs dalam tulisannya mengatakan situs SSNOB sendiri kemungkinan juga telah diretas dan datanya telah dicuri untuk disebarluaskan.

Perusahaan yang dicuri datanya menurut Krebs telah siap bekerja sama dengan pemerintah federal untuk mengetahui dampak dari peretasan.

Biro Penyelidik Federal menurut juru bicaranya seperti dikutip dari Reuters mengatakan sedang menyelediki kasus ini dan tidak bersedia memberikan keterangan lebih rinci soal kasusnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA