Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Fitch: Batu Bara Kelebihan Produksi Sampai 12 Bulan Mendatang

Kamis 12 Sep 2013 21:09 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Djibril Muhammad

Tambang batu bara

Tambang batu bara

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menyatakan perusahaan yang bergerak di sektor tambang harus mengurangi produksinya. Sebab pasar batu bara termal di Asia Pasifik akan tetap kelebihan ketersediaan selama 12 ke depan.

Harga batu bara internasional juga menghadapi tekanan setelah produsen mayoritas Cina memangkas harga jualnya untuk mempertahankan pangsa pasar.

"Penurunan produksi bagaimanapun juga terpaksa dilakukan karena output batu bara dari Australia dan Indonesia dijual di bawah harga rata-rata," ujar Associate Director Fitch Ratings Singapura, Shahim Zubair dalam keterangannya, belum lama ini.

Harga batu bara terus mengalami pelemahan sedangkan produksi terus dilakukan. Perusahaan tambang akhirnya memperlambat produksinya untuk menyesuaikan diri terhadap dinamika pasar yang lemah.

Besarnya upaya produsen batu bara Cina untuk mempertahankan pangsa pasar akan menjadi tekanan terhadap harga batu bara Cina.

Penurunan permintaan listrik di Cina pada September dan Oktober juga akan menjadi tekanan jangka pendek terhadap harga batu bara. "Kami melihat pengurangan produksi harus dilakukan," ujar Zubair.

Fitch menyatakan perseroan harus memperhatikan likuiditas perusahaan tambang. Likuiditas harus dijaga tetap kuat, terutama karena tidak adanya pemulihan yang terjadi dalam jangka pendek.

Fitch memberi peringkat BB+ stabil kepada PT Adaro Energy Tbk, B+ stabil untuk PT Indika Energy Tbk, dan BBB- negatif untuk perusahaan tambang Cina Yanzhou Coal Mining Company Ltd.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) harga batubara acuan September 2013 adalah sebesar 76,89 dolar AS per ton atau turun 10,8 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA